Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Polres Pasuruan Akan Periksa Pengembang Kavling Green Pandaan

Pasuruan (beritajatim.com) – Tanah kavling yang berada di wilayah Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan yang bernama Green Pandaan masih bermasalah. Pasalnya tanah yang dulunya menjadi sengketa antara tujuh pewaris dan perangkat desa itu kini kembali menuai masalah.

Menurut pengembang tanah kavling Green Pandaan, bernama Mohammad Hasan Bisri mengatakan bahwa dirinya masih mengurus izin. Karna sebelumnya Izin Perubahan Pemanfaatan Tanah (IPPT) masih belum diurus olehnya.

Hasan juga mengatakan bahwa dirinya juga merasa kesulitan saat mengurus izin karena bersinggungan dengan pemerintah desa. Alhasil izin IPPT masih belum dipegangnya, namun dirinya berani memasarkan tanah kavling. “Ya ini saya lagi mengurus surat izin IPPT. Izinnya masih belum keluar karna masih meninggalkan permasalahan sebelumnya,” ujar Hasan, pada Jumat (22/04/2022).

Menanggapi hal tersebut Kanit Ekonomi Polres Pasuruan, Iptu Wachid Arief akan melakukan pengecekan kelokasi. Sehingga polisi bisa memastikan titik tanah kavling milik Green Pandaan tersebut.

“Nanti akan kami tinjau tanah kavling yang bermasalah tersebut. Kemudian nanti setelah mendatangi akan kami panggil pemilik kavling Green Pandaan,” ujar Wachid.

Wachid juga mengatakan jika pengembang masih memasarkan tanah tersebut bisa dikenakan pidana. Nantinya akan dijerat dengan UU No 1 tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan permukiman. (ada/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar