Hukum & Kriminal

Polres Pamekasan Gerebek ‘Pesta’ Ekstasi di Room Karaoke

Pamekasan (beritajatim.com) – Satreskoba Polres Pamekasan, berhasil menangkap sebanyak 9 (sembilan) pelaku kasus penyalahgunaan narkoba jenis ekstasi di sebuah Room Karaoke sebuah hotel di Jl Raya Tlanakan, Minggu (6/12/2020) lalu.

“Sembilan pelaku ini diduga menjadi perantara jual beli dan atau pemilik, menguasai narkotika golongan 1 jenis ekstasi di dalam kamar hotel dan Room VVIP Karaoke di lokasi serupa,” kata Kasatreskoba Polres Pamekasan, AKP Bambang Hermanto, melalui Kassubbag Humas Polres Pamekasan, AKP Nining Dyah, Kamis (10/12/2020).

Sembilan pelaku yang ditangkap polisi, sebanyak delapan di antaranya merupakan warga kabupaten Sumenep. Masing-masing inisial ABD (30), AF (36), ASW (26), AW (27), FZ (27), MM (22), ZM (32), ZMD (17), serta satu orang warga Pamekasan, inisial IDS (24).

“Total pelaku yang kita tangkap sebanyak 9 orang, sebagian besar warga Sumenep. Sedangkan satu pelaku lainnya asal Pamekasan. Selanjutnya mereka beserta barang bukti diamankan dan dibawa ke Mapolres, guna pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Dari lokasi penangkapan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti alias BB. Di antaranya 7 butir ekstasi bentuk oval warna hijau dan 2 butir ekstasi bentuk bulat warna hijau tua, 1 bungkus rokok sampoerna, serta dua lembar tisu. “Pelaku dikenakan Pasal 114 ayat (1) subs 112 ayat (1) jo pasal 132  UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang  Narkotika,” tegasnya.

“Kronologi penangkapan berawal ketika para pelaku tengah pesta narkoba golongan 1 yang diduga jenis ekstasi atau inex, diduga dikonsumsi bersama-sama di Room 11 Karaoke. Asal barang dari ZM yang didapat dengan cara membeli seharga Rp 6,2 juta dan mendapatkan 15 butir ekstasi, selanjutnya dibagi kepada 8 temannya,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, angka kasus penyalahgunaan narkoba pada tahun ini di wilayah hukum Polres Pamekasan, relatif lebih tinggi dibandingkan jumlah kasus serupa pada tahun 2019 lalu. Hal itu berdasar data hasil ungkap kasus sejak Januari hingga Desember 2019 hingga Minggu (8/11/2020) lalu.

Selama 2019 terdata sebanyak 95 kasus dengan total tersangka sebanyak 127 orang, sedangkan tahun ini terdata sebanyak 105 kasus dengan total 162 tersangka, itupun hasil ungkap kasus hingga 8 November 2020. Sehingga angka kasus ini potensi kembali bertambah khususnya setelah polisi melakukan proses pengembangan kasus. [pin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar