Hukum & Kriminal

Polres Pamekasan Ajak Masyarakat Bersama Putus Rantai Sebaran Covid-19

Pamekasan (beritajatim.com) – Polres Pamekasan mengajak masyarakat untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19, salah satunya dengan sosialisasi hingga ajakan mematuhi protokol kesehatan melalui Razia Lantas Tertib Tangguh Semeru 2020.

Hal tersebut disampaikan Kasat Lantas Polres Pamekasan, AKP Deddy Aprianto. Di mana razia tersebut dilakukan dalam rangka menindak pelanggar prokes maupun pelanggar lalu lintas, khususnya di wilayah hukum Polres Pamekasan.

“Razia ini mita lakukan sebagai sebagai upaya untuk memberikan arahan kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya dengan selalu melakukan cuci tangan, pakai hand sanitizer, pakai masker, menjaga jarak dan tidak keluar rumah jika tidak dalam keadaan yang mendesak,” kata AKP Deddy Aprianto.

Selain itu, Razia tersebut juga diharapkan saat meningkatkan sikap disiplin masyarakat untuk bersama memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Jadi kami mengajak masyarakat yang tidak menggunakan masker, kita beri teguran dan kita beri masker. Sementara yang melanggar aturan lalu lintas dikenakan sanksi tilang,” ungkapnya.

“Dari itu kami berharap masyarakat bisa mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari penyebaran wabah Covid-19, apalagi jenis virus ini sangat beresiko tinggi karena belum adanya vaksin. Namun tidak kalah penting juga harus tertib berlalu lintas,” ajaknya.

Selama ini, pemerintah kabupaten (pemkab) Pamekasan bersama sejumlah instansi terkait juga melaksanakan Operasi Yustisi dalam rangka Penegakan Peraturan Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 yang digelar sejak Senin (14/9/2020) lalu.

Sementara berdasar update peta sebaran Covid-19 di Pamekasan, Selasa (13/10/2020) kemarin. Terdata sebanyak 348 orang dinyatakan positif. Meliputi sebanyak 9 pasien dalam masa perawatan, 32 orang meninggal dunia, serta sebanyak 307 orang lainnya dinyatakan sembuh pasca menjalani perawatan.

Sementara untuk status suspect terdata sebanyak 919 orang, terdiri dari sebanyak 23 orang dalam pengawasan, sebanyak 60 orang meninggal dunia, serta sebanyak 836 orang lainnya dinyatakan selesai alias Negatif Covid-19. [pin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar