Hukum & Kriminal

Polres Mojokerto Ungkap 43 Kasus dalam Operasi Pekat Semeru 2019

Mojokerto (beritajatim.com) – Dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Semeru 2019, Polres Mojokerto berhasil mengungkap 43 kasus dengan 57 tersangka ditahan, 383 tersangka tipiring dan 427 tersangka dilakukan pembinaan.┬áKonferensi pers digelar di halaman Mapolres Mojokerto.

Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno mengatakan, kasus narkoba mendominasi hasil ungkap operasi. “Tahun 2019 yang paling tinggi kasus narkoba, baik itu tersangkanya maupun barang bukti. Kalau dulu hanya paket atau klip, sekarang sudah dalam hitungan gram (barang narkoba),” ungkapnya, Selasa (28/5/2019).

Secara rinci, kasus narkoba yang diungkap dalam operasi kali ini sebanyak 13 kasus, judi 18 kasus, miras 17 kasus, prostitusi 4 kasus dan premanisme 374 kasus. Masih kata Kapolres, mulai tahun ini penanganan minuman keras (miras) tak lagi menggunakan hukuman tipiring kecuali peminum atau yang mengonsumsi.

“Bagi penjual atau distributor, kita kenakan tindak pidana umum untuk memberi efek jera agar tak lagi menjual miras. Dalam operasi ini sasarannya penyakit masyarakat seperti prostitusi, kejahatan jalanan, premanisme, judi, miras dan narkoba,” katanya.

Kapolres menambahkan, kasus narkoba menjadi konsentrasi polisi di wilayah hukum Polres Mojokerto. Dalam konferensi pers tersebut juga dimusnahkan barang bukti berupa miras, knalpot brong dan lainnya dengan cara dilindas dengan .

Sementara itu, Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengucapkan terima kasih pada Polres Mojokerto yang telah mengamankan dan menjaga kondusifitas wilayah hukum Polres Mojokerto. “Kami mengapresiasi Polres Mojokerto,” ujarnya.

Pasalnya, telah mewujudkan kondusifitas lingkungan dengan memberantas judi, premanisme, narkoba dan tindak kriminal lainnya. Menurutnya, sinergitas tersebut harus terus dijalin demi Kabupaten Mojokerto yang aman dan nyaman.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar