Hukum & Kriminal

Polres Mojokerto Tetapkan 5 Tersangka Kasus Dumping Limbah B3

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Putu Prima. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Akhirnya, Polres Mojokerto menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dumping limbah Badan Berbahaya dan Beracun (B3) setelah mendapatkan alat bukti dan gelar perkara. Limbah B3 tersebut dibuang di bekas galian Dusun Kecapangan, Desa Ngoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Putu Prima mengatakan, pihaknya sudah menetapkan lima tersangka dalam kasus dumping limbah B3. “Dengan alat bukti yang kami dapatkan dan gelar perkara yang dilakukan, kami tetapkan lima orang ini sebagai tersangka,” ungkapnya, Senin (10/2/2020).

Masih kata Kasat, kelima orang tersangka tersebut yakni Zainul Arifin (46) warga Desa Manduro Manggun Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto yang merupakan pemilik lahan. Suparman (59) warga Dusun Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto sebagai perantara.

Tiga sopir dump truk, Muchlisin (47) warga Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, Mohamad Basuki (35) warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Karawang dan Armanurohim (28) warga Desa Ngimbangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

“Para tersangka dijerat Pasal 102 UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengolahan Lingkungan Hidup Jo Pasal 55 KUHP Jo Pasal 64 KUHP dan atau Pasal 104 UU Nomor 32 Tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pengolahan Lingkungan Hidup, ancaman 3 tahun penjara,” katanya.

Sebelumnya, tiga buah dump truk diamankan Polres Mojokerto. Diduga ketiga dump truk tersebut digunakan untuk membuang limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Dusun Kecapangan, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto berupa bubuk kertas atau sludge paper.

Ketiga dump truk yang diamankan tersebut bernomor polisi T 9750 DA, T 9772 DC dan T 9602 DB, sementara ketiga sopir dump truk diperiksa dalam kasus tersebut. Selain itu, penyidik juga memeriksa tiga manajemen perusahaan penghasil dan transporter limbah B3.

Yakni PT Adiprima Suraprinta (Perusahaan penghasil limbah B3), Tenang Jaya Sejahtera (Transporter) dan PT Triguna Pratama Abadi (Pengelola Limbah). Dari keterangan sejumlah saksi disimpulkan jika pemilik lahan diduga menerima dumping limbah B3 secara ilegal. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar