Hukum & Kriminal

Polres Mojokerto Terima Pengaduan Asusila Dilakukan Oknum Dokter

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Putu Prima. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Polres Mojokerto menerima pengaduan dari seorang warga yang berstatus pelajar. Laporan itu kemudian ditindak lanjuti oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Mojokerto

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Putu Prima membenarkan terkait laporan dugaan persetubuhan dan pencabulan tersebut.

“Iya kami menerima laporan (dugaan persetubuhan dan pencabulan, red). Korban anak dibawah umur P (15),” ungkap AKP Dewa Putu Prima, Kamis (21/11/2019).

Masih kata Kasat, korban diantar sang ibu untuk membuat laporan di Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto. Dalam kasus tersebut, tegas Kasat, terlapor disebutkan adalah seorang dokter dengan inisial AN (60).

“Laporan sudah kami terima, saat ini kami melakukan penyelidikan untuk mencari saksi-saksi dan barang bukti untuk ditemukan yang nantinya kami gelarkan,” tegasnya.

Dugaan persetubuhan dan pencabulan terhadap korbannya, P (15) tersebut dilaporkan pada, Senin (18/11/2019) kemarin. Sementara dari laporan ibu korban, aksi persetubuhan dan pencabulan tersebut terjadi pada, Senin (23/11/2019) di kamar praktek terlapor.

Saat itu, korban pelajar Mojokerto datang ke tempat praktek dokter di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Korban datang bersama seorang perempuan AR (30) warga Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

Sampai di tempat praktek terlapor, korban langsung diajak masuk ke kamar okeh terlapor. Sementara AR menunggu di ruang tamu. Setelah berada di kamar, korban diajak ngobrol oleh terlapor dan terlapor membuka semua pakaian korban.

Oknum dokter yang dilaporkan tersebut kemudian membuka pakaian yang dikenakan dan meminta korban untuk tidur di atas tempat tidur. Oknum Dokter kemudian menindih tubuh korban.

Usai melakukan aksinya, oknum dokter tersebut memberikan uang sebesar Rp 1,5 juta kepada korban. Saat korban keluar kamar, korban melihat terlapor juga memberikan uang sebesar Rp 500 ribu kepada AR. Atas kejadian tersebut, korban merasa tidak terima dan melapor ke Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto.(tin/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar