Hukum & Kriminal

Polres Mojokerto Gerebek Tambang Galian C Ilegal

foto/ilustrasi

Mojokerto (beritajatim.com) – Anggota Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Mojokerto mengerebek tambang galian C ilegal di Dusun Jaringansari, Desa Karangdieng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (4/4/2020). Satu orang pelaku diamankan dalam penggerebekan tersebut.

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Mojokerto, Iptu Sukaca mengatakan, penggerebekan tersebut dilakukan pada, Sabtu (4/4/2020) sekira pukul 16.30 WIB. “Satu orang kita amankan karena melakukan penambangan tanah uruk menggunakan ekskavator tanpa mengantongi izin dari pihak berwenang,” ungkapnya, Minggu (5/4/2020).

Masih kata Kanit, pelaku atas nama Yusak (40) warga Dusun Karangdieng, Desa Karangdieng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto diamankan. Sementara tiga lainnya berstatus saksi yakni, Fandi Ahmad sebagai operator excavator, Fajar Abrianto selaku cheker tambang dan Achmad Gufron selaku sopir truk yang membeli hasil tambang.

“Kita juga mengamankan 3 orang saksi dalam kasus ini, yaitu operator ekskavator, cheker tambang serta sopir truk yang membeli hasil tambang ke pelaku. Akibat perbuatannya, pelaku kita jerat dengan Pasal 158 UU RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar,” jelasnya.

Selain mengamankan satu orang pelaku dan tiga orang saksi, pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti dalam penggerebekan. Diantaranya, sebuah ekskavator merk Komatsu tipe PC 128 warga ungu, sebuah truk Mitsubhisi Ragasa nopol S 8391 UR warna kuning, satu buah buku rekapan penjualan hasil tambang dan uang hasil penjualan tambang sebesar Rp5,9 juta. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar