Hukum & Kriminal

Polres Mojokerto Dalami Dugaan Kasus Pencabulan dan Persetubuhan Oknum Dokter dan Anak Dibawah Umur

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Putu Prima. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Satreskrim Polres Mojokerto masih melakukan penyelidikan terkait dugaan kasus persetubuhan dan pencabulan gadis dibawah umur yang dilakukan oknum dokter di Mojokerto. Jika terbukti bersalah, sejumlah pasal menunggu oknum dokter berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut.

“(Rencana pemanggilan terlapor? Red) Kita masih dalami dulu, ini kami mencari persangkaan pasal, UU nya. Selain kita menggunakan UU Perlindungan Anak, kita mencari peristiwa yang lain,” ungkap, Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Putu Prima, Jumat (22/11/2019).

Setelah pihaknya melakukan penyelidikan, masih kata Kasat, pihaknya akan melaksanakan gelar perkara untuk menemukan pasalnya. Hingga saat ini sudah ada tiga orang yang diperiksa, korban PL (15), ibu korban SD (47), pihaknya juga memeriksa satu orang saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.

“Hasil visum kami mintakan setelah penyidikan, ini masih penyelidikan. Kejadian sudah lama, ini merupakan tantangan kita. Kasus lama, otomatis kita menemukan kesulitan mendapatkan alat bukti. Saksi kami harapkan masih mengingat kejadian,” katanya.

Kasat menjelaskan, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait pasal yang dijeratkan kepada oknum dokter tersebut jika terbukti bersalah. Namun pihaknya memastikan Undang-undang (UU) yang disangkakan UU Persetubuhan dan UU Perlindungan Anak.

“UU masih dipastikan, yang jelas persetubuhan dan korban adalah anak. Pakai Perlindungan Anak, kalau ada perdagangan orang berdasarkan dari bukti baru, persangkaan pasal dengan subyek hukumnya siapa harus jelas. Tergantung fakta di lapangan yang ditemukan,” tegasnya.

Dalam kasus tersebut, korban diantara seorang perempuan AR (30) warga Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto ke tempat praktik oknum dokter di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Dalam laporannya, korban menjelaskan jika korban melihat AR menerima uang dari oknum dokter tersebut.

Sebelumnya, Polres Mojokerto menerima pengaduan dari seorang warga yang berstatus pelajar. Laporan itu kemudian ditindak lanjuti oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Mojokerto.

Dugaan persetubuhan dan pencabulan terhadap korbannya, P (15) tersebut dilaporkan pada, Senin (18/11/2019) kemarin. Sementara dari laporan ibu korban, aksi persetubuhan dan pencabulan tersebut terjadi pada, Senin (23/11/2019) di kamar praktik terlapor.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar