Hukum & Kriminal

Polres Mojokerto Bongkar Kasus Pemalsuan Surat Keterangan Rapid Antigen

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander merilis kasus pemalsuan surat keterangan rapid antigen.

Mojokerto (beritajatim.com) – Polres Mojokerto mengungkap kasus pemalsuan surat keterangan rapid antigen. Pegawai honorer di Puskesmas Pungging, Bagus Dwi Wahyu Ramadhan (26) warga Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto menjadi tersangka tunggal dalam kasus tersebut.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat yang beredar surat keterangan bebas Covid-19 di wilayah Kabupaten Mojokerto yang tidak sesuai standar prosedur. “Surat diberikan namun pengetesan secara fisik tidak dilakukan,” ungkapnya, Jumat (23/4/2021).

Masih kata Kapolres, dari informasi tersebut Satreskrim bekerja sama dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto menggali informasi dan didapati terjadi di Puskesmas Pungging. Dari data tersebut, berhasil diungkap kasus tersebut dan diamankan tersangka bersama sejumlah barang bukti.

“Yakni satu set komputer merk Acer, satu buah printer merk Epson, satu buah HP merk Samsung type A20 milik tersangka, satu buah HP merk Samsung type J20 milik saksi, satu buah stempel Puskesmas Pungging dan bak stempel serta 10 lembar surat keterangan antigen Covid-19,” katanya.

Dari hasil penyitaan barang bukti tersebut diamankan tersangka Bagus Dwi Wahyu Ramadhan (26) warga Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Tersangka merupakan pegawai honorer di Puskesmas Pungging di bagian loket penerimaan sejak tahun 2019 lalu.

“Tersangka dijerat Pasal 263 ayat 1 KUHP tentang Dugaan Tindak Pidana Pemalsuan Dokumen dengan ancaman 5 sampai 10 tahun penjara,” jelasnya. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar