Hukum & Kriminal

Polres Mojokerto Amankan 1 Tersangka Ibu Janin dan 7 Pengedar Obat Penggugur Kandungan

Mojokerto (beritajatim.com) – Polres Mojokerto merilis kasus aborsi di Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto di halaman Mapolres Mojokerto, Senin (8/3/2021). Ada delapan tersangka dalam kasus tersebut, tersangka pemilik zigot (janin) dan tujuh tersangka dalam jaringan pengedar obat-obatan aborsi di wilayah Jawa dan Sumatera.

Dalam kasus yang berawal dari ditemukannya makam misterius di Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Polsek Kutorejo bersama Satreskrim Polres Mojokerto melakukannya pengembangan hingga mengamankan tujuh orang penjual obat penggugur kandungan.

Sementara satu orang yang merupakan pemosok atau importir obat Cytotec, Dianus Pioman masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Ke delapan tersangka tersebut yakni Nungki Merinda Sari (26) warga Desa Bendo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri yang merupakan ibu dari zigot yang dikubur.

Tersangka selama ini berdomisili di Desa/Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Sementara tujuh tersangka merupakan penjual obat penggugur kandungan yakni, Zulmi Auliya (21) warga Desa/Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten. Muhammad Ardian Rachmad (20) dan Rohman (39) warga Kelurahan Palmeriah, Kecamatan Matraman, Jakarta.

Suparno (49) warga Kelurahan/Kecamatan Klampis, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Supardi (53) warga Manunggal Bakti, Kecamatan Pasar Rebo Kota, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Ernawati (50) warga Kelurahan Malaka Raya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, Polres Mojokerto merilis kasus aborsi dan jaringan pengedar obat-obatan aborsi di wilayah Jawa dan Sumatera. “Dimulai dari tanggal 15 Januari, pukul 16.30 WIB di Desa Sampangagung ditemukan sebuah makam,” ungkapnya, Senin (8/3/2021).

Dari hasil penyelidikan ditemukan tersangka yang melakukan aborsi yakni Nungki Merinda Sari (26). Tersangka membenarkan sudah melakukan aborsi dengan cara meminum obat-obatan dengan nama Cytotec. Janin berusia dua bulan tersebut dikubur bersama pacar tersangka di pemakaman umum Des Sampangagung.

“Dari proses itu, kita mencari obat tersebut berasal dari mana. Tersangka mengaku dari pembelian online yang berkomunikasi dengan menggunakan akun Facebook yakni Zulmi Auliya. Hingga akhirnya kami mengamankan tujuh tersangka sindikat pengendara obat-obatan penggugur kandungan,” jelasnya.

Dari tangan para tersangka diamankan sejumlah barang bukti diantaranya, 19 box obat merk Cytotec berisi 2.292 butir, satu pasang batu nisan bertuliskan Fulan, 10-01-2021, cat minyak merk Avian, aluminium foll wadah obat Cytotec, resi tanda bukti pengiriman, delapan buah Handphone (HP) milik tersangka.

Pil Cytotec 3 strip isi 30 butir, satu box merk Zelona, satu box Histico dan satu box Feridexon Forte, dua box Calcium Gluconate, tiga buku rekening, satu kartu ATM dan sebuah mobil Porche Cayene AT36 Jeep nopolnB 163 UJH warna hitam.

Para tersangka dijerat Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat 1 Pasal 194 Jo Pasal 75 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan subs Pasal 77A ayat 1 Jo Pasal 45A UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak subs Pasal 56 KUHP dengan ancaman pidana 10 tahun sampai 15 tahun. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar