Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Polres Malang Tangkap Penanam Ganja dan Pemilik Sabu Senilai Rp 1 Milyar Lebih

Malang (beritajatim.com) – Operasi Tumpas Semeru 2022 Satresnarkoba Polres Malang berhasil meringkus 47 orang pelaku pengedar sekaligus pengguna narkoba. Dari puluhan tersangka itu, polisi mengamankan 8 orang yang kedapatan mengedarkan sabu-sabu seberat 1.3 kilogram dengan nilai lebih dari satu milyar rupiah.

Selain tersangka narkoba pemilik milyaran rupiah sabu bernisial MF (25), warga Singosari, Kabupaten Malang, Polisi juga menangkap PIR (48), seorang petani ganja warga Poncokusumo, Kabupaten Malang.

PIR nekat menanam tanaman ganja di bawah lereng Gunung Semeru di kawasan Wajak, Kabupaten Malang, seluas lebih dari satu hektar. PIR mengaku, ia sudah menanam ganja kurang dari setahun.

PIR berdalih, ganja itu sengaja ia tanam untuk membantu proses pengobatan keluarganya akibat sakit stroke. “Saya tanam ganja buat obat sakit stroke, saya tanam karena disuruh KS menanam ganja ini, kan ibu KS punya penyakit stroke. Belum genap setahun menanam,” kata PIR, Senin (5/9/2022).

KS juga turut ditangkap dalam Operasi Tumpas Semeru 2022 ini. Dari tangan PIR dan KS ini, polisi berhasil menyita barang bukti 6 pohon ganja siap panen, 42 batang pohon ganja dalam polybag ukuran sedang, 67 batang pohon ganja dalam polybag ukuran kecil, 90 polybag berisi bibit ganja, dan satu plastik bibit ganja seberat 292 gram. “Ganja ini ditanam di lereng Gunung Semeru,” kata Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dalam rilis di Mapolres Malang, Senin (5/9/2022).

Sementara KBO Sat Narkoba Polres Malang Iptu Umarji menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari seorang tersangka yang ditangkap di wilayah Kecamatan Dampit. Dari situ, polisi kemudian melakukan pengembangan hingga didapatkan tersangka Prayitno. “Awalnya kami amankan seseorang di Dampit, setelah itu kami kembangkan di Wajak, kami amankan 2 orang. Lalu mengarah kepada orang yang menanam di lereng Semeru tersebut,” jelasnya.

Dilanjutkan Umarji, saat petugas melakukan penggrebekan di lokasi, ada bekas lahan ganja seluas satu hektar. Sayangnya, petugas hanya menemukan sisa-sisa lahan yang dimusnahkan dengan cara dibakar.

“Waktu kami ke lokasi memang ada bekas-bekasnya yang sudah dihilangkan dengan cara dibakar. Jadi tananam ini selain dikonsumsi sendiri juga diedarkan. Kalau keterangan nominal belum ada. Wilayah pengedaran untuk sementara di Kabupaten Malang saja,” tegasnya.

Umarji pun menerangkan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap penyuplai bibit ganja tersebut. Selanjutnya, tersangka bakal dijerat pasal 114 ayat 2 subsider pasal 111 ayat 2 undang-undang 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara. (yog/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev