Hukum & Kriminal

Polres Malang Tangkap Pelaku Perdagangan Satwa Dilindungi

Malang (beritajatim.com) – Satuan Reserse Kriminal Polres Malang meringkus seorang tersangka perdagangan satwa langka dan dilindungi, Selasa (3/3/2020) siang. Pelaku atas nama Agus Setiawan (30), warga Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Agus dibekuk dirumahnya usai memperdagangkan hewan dilindungi melalui laman facebook.

Kapolres Malang AKBP HendriUmar melalui konfrensi pers, Selasa (3/3/2020) siang mengatakan, barang bukti yang disita dalam kasus ini berupa 2 ekor burung Nuri Bayan Merah, 4 ekor burung Nuri Kepala Hitam, dan 1 buah Handphone merek Redmi Note 8 warna hitam.

“Modus yang dilakukan tersangka membeli satwa jenis burung yang dilindungi dari penjaring burung di Sorong, Papua Barat dalam keadaan hidup. Kemudian diselundupkan melalui kapal menuju Surabaya dan dibawa ke rumahnya di Malang menggunakan mobil travel untuk kemudian diperdagangkan melalui media social media yakni facebook,” ungkap Hendri Umar.

Kata Hendri, terbongkarnya perniagaan satwa dilindungi dan kategori langka ini, pada hari Sabtu tanggal 8 Februari 2020 petugas mendapati adanya postingan di media sosial Facebook dari akun Gombes Mbes yang menawarkan menjual 2 ekor burung Nuri Bayan yang dikirim ke Akun Grub pecinta Burung Kakatua Indonesia dan akun Grub Komunitas Kicau Mania Malang Selatan seharga @ Rp. 850 ribu. “Satu burung ini dibeli tersangka Rp 300 ribu. Kemudian dijual lagi mulai dari harga Rp 850 ribu sampai Rp 1,4 juta satu ekornya,” papar Hendri.

Hendri menambahkan, petugas melalui komunikasi HP selanjutnya melakukan upaya pembelian dan mengajak pelaku untuk bisa bertemu langsung (COD) sekaligus membawa satwa burungnya.

“Dari pengakuan tersangka masih ada burung dilindungi lagi dirumahnya berupa 4 burung Nuri Kepala Hitam. Setelah kita geledah dirumahnya ternyata ada banyak. Kita sita bersama dengan unsur terkait yakni BKSDA VI Probolinggo,” ujarnya.

Dari rumah tersangka, lanjut Hendri, petugas mendapati 2 ekor burung Nuri Bayan dan 4 ekor Nuri Kepala Hitam bersama 19 burung lainnya. Burung langma itu dibeli dari penjaring burung bernama Gianto pada bulan November 2019 di Desa Katimin II, Kabupaten Sorong, Papua Barat.

Burung tersebut diantaranya 2 ekor burung Nuri Bayan Merah, 5 ekor burung Nuri Kepala Hitam, 2 ekor burung Kakatua Jambul Kuning, 1 ekor burung Kasturi, 6 ekor burung Mazda, 4 ekor burung Beo Papua, 4, ekor burung Nuri Pelangi dan 1 ekor burung Nuri Hitam Papua.

“Setelah dibeli, burung-burung tersebut pada tanggal 10 Desember 2019 dimasukkan kardus diselundupkan ke Surabaya menggunakan kapal laut. Sesampai di Surabaya ada 8 ekor burung yang mati dalam perjalanan dan dibuang di Surabaya. Selanjutnya burung yang masih hidup dibawa ke Malang dengan menggunakan mobil travel,” paparnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-undang RI Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak 100 juta rupiah. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar