Hukum & Kriminal

Polres Malang Tangkap 3 Pencuri Kayu Hutan

Malang (beritajatim.com) – Tiga pencuri kayu hutan (Blandong) tertangkap Satreskrim Polres Malang. Ketiga pelaku atas nama menangkap komplotan blandong Kaseri (60) dan Suyitno (47), warga Desa Taman Satrian, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Serta, Gimun (42), warga Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

“Barang bukti yang kami amankan dari ketiganya adalah sembilan kubik kayu sengon serta sebuah truk DD-9773-XA yang digunakan untuk mengangkut kayu curian,” terang Kanit Idik I Satreskrim Polres Malang, Iptu Ronny Marghas, Senin (2/9/2019).

Iptu Ronny Marghas menjelaskan, ketiga tersangka ditangkap terkait kasus pencurian kayu di wilayah hutan Desa Taman Satrian, Kecamatan Tirtoyudo, petak 85 A RPH Dampit. Mereka menebang 14 pohon kayu hutan milik perhutani. Kayu hasil curian tersebut sedianya akan dijual kepada seseorang.

Penangkapan mereka, bermula dari laporan pihak Perhutani. Setelah sebelumnya petugas Perhutani mendapati beberapa pohon sengon hilang dicuri. Polisi yang mendapat laporan, lantas melakukan penyelidikan.

Dari penelusuran Polisi, Gimun lebih dulu tertangkap di Jalan Raya Tambakrejo, Kecamatan Wajak, ketika sedang mengangkut kayu hasil curian dengan kendaraan truk.

“Saat itu, kayu curian ditumpuk dengan kayu kampung yang berizin. Setelah kami periksa, ternyata di bawahnya adalah tumpukan kayu hasil curian,” jelas mantan Kanitreskrim Polsek Bululawang ini.

Dari penangkapan Gimun, kemudian berkembang ke tersangka Suyitno dan ditangkap di rumahnya. Pasalnya, saat ditangkap, Gimun mengaku kalau dia disuruh oleh Suyitno.

“Kayu curian itu, sedianya akan saya jual kepada seseorang di Desa Ketawang, Gondanglegi. Saya sendiri baru sekali ini, mencuri kayu hutan,” ungkap tersangka Suyitno.

Suyitno mengaku, dirinya menebang kayu hutan karena membeli dari tersangka Kaseri. Dua batang pohon kayu hutan ia beli seharga Rp 400 ribu. Namun faktanya, saat di lokasi yang ditebang justru 14 pohon.

Dari pengakuan Suyitno ini, petugas mencari keberadaan Kaseri. Hasilnya, Kaseri yang mengaku bekerja dengan menggarap lahan milik Perhutani ini, berhasil ditangkap di rumahnya.

“Saya hanya menjual dua pohon kayu sengon saja. Pohon tersebut saya jual karena kondisinya mati. Tidak tahu kalau ternyata dilarang,” ucap tersangka Kaseri.

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku dijerat dengan pasal 82 dan atau 83 Undang-undang nomor 18 tahun 2013, tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Ancaman hukumannya adalah di atas 5 tahun kurungan penjara. [yog/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar