Hukum & Kriminal

Polres Malang Simulasikan Sistem Pengamanan Kota Cegah Penyebaran Corona

Malang (beritajatim.com) – Menghadapi pandemi Corona Virus Diseases (Covid-19), berbagai upaya pencegahan dan penanganan virus tersebut terus dilakukan Polres Malang.

Salah satunya, melakukan simulasi Tactical Floor Game (TFG) atau Sistem Pengamanan Kota dalam rangka menghadapi Kontijensi atau suatu keadaan yang masih diliputi oleh ketidakpastian Covid 19 di Wilayah Hukum Polres Malang.

Simulasi TGF itu, bertujuan untuk mendiskusikan dan memperagakan kegiatan yang sudah direncanakan berjalan dengan baik atau tidak. “Kami akan mempersiapkan peningkatan pengamanan melalui TFG ini bersama TNI, Dinkes, Satpol PP, dan Senkom,” ungkap Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, Senin (6/4/2020).

Menurutnya, ada 14 titik yang menjadi akses masuk wilayah Kabupaten Malang. Sehingga untuk mencegah penyebaran Covid-19, pihaknya sudah melakukan penutupan jalur atau Physical Distancing, serta melakukan pengamanan obyek vital. Hal ini dilakukan, agar pendatang dari luar Kabupaten Malang yang akan masuk wilayah kabupaten ini bisa kita lakukan antisipasi, supaya Covid-19 bisa dicegah penyebarannya. Selain itu, pengamanan obyek vital juga kita prioritaskan, agar tidak terjadi gangguan dalam bentuk apa pun.

“Simulasi TFG yang kita lakukan merupakan bentuk pengamanan kota untuk menghadapi Covid-19. Dengan pelaksanaan simulasi tersebut, untuk mengetahui daerah-daerah mana yang menjadi penyebaran Virus Corona di wilayah hukum Polres Malang,” terang Hendri.

Hendri menuturkan, pihaknya juga melakukan himbauan melalui banner dan spanduk yang kita pasang di jalan poros yang masuk wlayah Kabupaten Malang. Himbauan tersebut, sebagai langkah mengingatkan kepada masyarakat Kabupaten Malang agar keluarga mereka tidak melakukan mudik atau pulang kampung. Sebaliknya, warga Kabupaten Malang juga kita himbau untuk tidak bepergian keluar kota, sehingga cukup tinggal di rumah untuk sementara waktu.

“Kita tahu bahwa di Indonesia sudah menjadi tradisi mudik di saat Hari Raya Idul Fitri. Namun dengan adanya pandemi Covid-19, maka pemerintah telah menegaskan agar masyarakat tidak melakukan mudik, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Hendri menambahkan, himbauan tidak mudik itu, tidak hanya kita pasang pada jalan poros yang masuk wilayah Kabupaten Malang saja, tapi juga kita pasang ditempat keramaian, Stasiun Kereta Api (KA) dan Terminal Angkutan Umum. Sehingga dengan begitu, dirinya berharap kepada warga Kabupaten Malang untuk bisa melaksanakan apa yang sudah menjadi kebijakan pemerintah.

“Dan ketika keluar rumah harus menggunakan masker, karena masker sebagai garda terdepan untuk mencegah tertularnya Covid-19,” pungkasnya. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar