Hukum & Kriminal

Raih Penghargaan Lemkapi

Polres Malang Selesaikan Konflik Sosial dengan Ngopi Pagi

Malang (beritajatim.com) – Kepolisian Resor Malang menerima penghargaan dari Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) tepat pada Hari Sumpah Pemuda ke-91, Senin (28/10/2019) siang ini.

Penghargaan diserahkan langsung Direktur Eksecutive Lemkapi Dr.Edi Saputra Hasibuan, S.H., M.H. pada Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung.

Ada 4 penghargaan yang diterima Polres Malang. Salah satunya, penghargaan yang diterima Kabag Ops Polres Malang Kompol Sunardi Riyono ini, Polres Malang mampu mengelola potensi konflik sosial berujung aksi damai penuh psrsaudaraan. Dari 30 kasus potensi tinggi konflik sosial ditempat ini, mampu diredam Kapolres Malang berikut seluruh anak buahnya.

“Alhamdulillah hari ini, dari 4 penghargaan selain untuk saya, juga ada penghargaan yang diinisiatori Kabag Ops yakni mengelola potensi konflik sosial menjadi damai,” terang Ujung.

Sebagai comander wish sejak menjabat Kapolres Malang, membuat program tagline 77 unggul. Dimana 50 program di bidang operasional dan 27 program pembinaan. “Dari program 77 unggul itu, jika kita gabungkan dan kita kerjakan sungguh-sungguh, akan mendapatkan publik trust yang baik,” tegas Ujung.

Mewakili Polres Malang, kata Ujung, penghargaan ini akan dijadikan sebagai pelecut sekaligus motivator. Agar kedepan, untuk lebih baik lagi dalam menciptakan kamtibmas, penegakan hukum dan perlindungan serta pengayoman pada masyarakat.

Ujung melanjutkan, penghargaan dalam mengelola konflik sosial, merupakan satu bagian penting tugas Polri kedepan. “Ada pepatah jika seratus curanmor di satu wilayah, mungkin dampaknya tidak terlalu tinggi pada tatanan sosial. Namun satu konflik sosial, jika tidak ditangani secara cermat, bisa merusak sistem ekonomi dan politik di satu wilayah. Mengelola potensi konflik sosial di Kabupaten Malang ini, kita lakukan lewat melalui coffe morning,” paparnya.

Sebagai informasi, Coffe Morning adalah satu cara menyelesaikan potensi konflik sosial di Kabupaten Malang. Pihak-pihak yang berseteru, akan dipanggil untuk datang ke Polres Malang di Jalan Raya Ahmad Yani Nomer 1 Kota Kepanjen.

Setelah berkumpul, mereka akan dipertemukan di bawah pohon markisa. Sambil menikmati secangkir kopi dan hidangan ringan, seluruh pihak yang bertikai dalam zona potensi konflik sosial sejumlah kasus ini, dipersilahkan menyampaikan pendapatnya. Kapolres Malang dan Kabag Ops, menjadi mediator dalam menangani seluruh permasalahan yang muncul. Ide ngopi pagi inilah, yang menjadikan Polres Malang berhak menerima penghargaan dari Lemkapi karena mampu mewujudkan satu wilayah yang aman dan kondusif.

“Setelah dari tingkat bhabinkamtibmas Polsek dan Muspika tidak berhasil, beberapa kasus rawan konflik sosial sosial akan kita tarik melalui Bag Ops Polres Malang. Kita selesaikan lewat coffe morning ini,” Ujung mengakhiri. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar