Hukum & Kriminal

Polres Malang Ringkus Kawanan Pencuri Spesialis Gedung Sekolah

Unit I Satuan Reserse Kriminal Polres Malang berhasil membongkar kawanan pencuri spesialis gedung sekolah di Kabupaten Malang. Dalam Konfrensi Pers, Rabu (2/10/2019) siang ini, kawanan pelaku sudah beraksi di 18 lokasi.

Malang (beritajatim.com) – Unit I Satuan Reserse Kriminal Polres Malang berhasil membongkar kawanan pencuri spesialis gedung sekolah di Kabupaten Malang. Dalam Konfrensi Pers, Rabu (2/10/2019) siang ini, kawanan pelaku sudah beraksi di 18 lokasi.

 

 

“Dari pemeriksaan kami, kawanan pelaku sudah mencuri sebanyak 18 kali. Sasarannya gedung sekolah SD dan SMP yang tidak ada penjaga sekolahnya,” ungkap Kepala Polisi Resor Malang AKBP Yade Setiawan Ujung.

Keempat tersangka atas nama Hariono (25), warga Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Ma’ali (24), warga Desa Wajak, Kecamatan Wajak. Ardi Wiranata (31), warga Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Serta satu orang remaja dibawah umur berinisial HDS (18), warga Desa Wajak, Kecamatan Wajak.

“Satu pelaku yakni HDS, bertugas sebagai driver. Membawa hasil curian dari sasaran. Sekolah-sekolah yang dibobol ini tersebar di sejumlah kecamatan,” papar Ujung.

Ujung menjelaskan, dari keempat pelaku punya peran berbeda. “Setelah mencuri, barang diserahkan ke Ardi sebagai penadah. Ardi ini punya toko komputer di Gondanglegi. Dari sini kita lakukan penelusuran dan tertangkap empat orang pelaku,” terang Ujung.

Ujung menambahkan, selain gedung sekolah SD dan SMP, kawanan pelaku juga menyasar gedung SMA yang tidak ada penjaga sekolah. Adapun barang bukti yang diamankan, Polisi menyita ratusan barang elektronik berbagai jenis. Satu mobil Daihatsu Xenia, puluhan layar monitor komputer, belasan CPU, sound system berukuran besar 4 unit, LCD Proyektor, puluhan set kabel CPU, kamera, playstation, laptop hingga raket badminton dan pensil tulis.

“Modusnya merusak pintu sekolah menggunakan obeng dan tang. Kemudian menguras seluruh perlengkapan dari dalam sekolah. Kita jerat dengan pasal 363 dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” Ujung mengakhiri. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar