Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Polres Magetan: Timbun BBM Bisa Dipidana, Penjara Maksimal 6 Tahun

Magetan (beritajatim.com) – Kapolres Magetan AKBP Muhammad Ridwan menegaskan praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bisa kena jerat pidana. Hal itu disampaikan Ridwan usai meninjau sejumlah SPBU di Magetan, Sabtu (3/9/2022).

Ridwan mengimbau agar SPBU utamanya operator agar lebih teliti dan jeli dalam melayani konsumen yang membeli BBM. Larangan pembelian dengan menggunakan jerigen wajib diterapkan, kecuali membawa surat keterangan dari desa. “Dilarang membeli Pertalite dalam bentuk jerigen. khusus Solar, boleh beli dalam jerigen namun harus menunjukkan surat rekomendasi pembelian solar dari desa,” terang Ridwan.

Polres Magetan tak ragu untuk melakukan penindakan sesuai aturan atau hukum bagi masyarakat yang terbukti menimbun BBM bersubsidi. Sebab hal itu sudah diatur secara hukum. “Pidana penjara paling lama 6 tahun sesuai Pasal 55 jo Pasal 53 Undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang Migas,” tandas Muhammad Ridwan.


Polres Magetan bergabung dengan TNI untuk melakukan upaya preventif dalam kegiatan patroli siaga itu bertujuan untuk mencegah terjadinya penimbunan BBM serta kegiatan ilegal lainya di sebelum kenaikan harga. Ada 20 titik, total SPBU yang ada di wilayah Magetan.

“Ya, kami tadi yakni TNI-Polri bersinergi melaksanakan siaga, juga patroli di seluruh SPBU di wilayah Magetan guna menjaga keamanan serta antisipasi adanya oknum penimbun khususnya Pertalite dan Solar karena jelang kenaikan harga BBM yang ditetapkan hari ini,” pungkasnya. [fiq/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar