Hukum & Kriminal

Polres Lamongan Tangkap Sejumlah Pemuda Lakukan Premanisme

Lamongan (beritajatim.com) – Satreskrim Polres Lamongan meringkus 12 pemuda dan ABG yang terlibat aksi kekerasan di 3 tempat berbeda, yakni di Kecamatan Brondong, Paciran dan Bluluk. Karena ulahnya itu, mereka harus menjalani puasa di balik jeruji besi.

Dari data yang dihimpun, 12 pemuda dan ABG tersebut di antaranya M, FF, KB dan RAS (semua masih di bawah umur) yang diamankan di Kecamatan Brondong, sedangkan dari Kecamatan Bluluk yakni Ir, Nas, Her, Pat, Dika dan Dimas, serta dari Kecamatan Paciran yakni Lah dan Ad yang masih di bawah umur juga.

“Belasan orang ini dari kelompok yang berbeda dan mereka melakukan aksi premanisme pada saat menjelang berbuka puasa dan waktu sahur,” kata Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana pada wartawan saat konferensi pers di Mapolres Lamongan, Senin (26/04/2021).

Miko menambahkan, belasan pemuda ini bahkan sampai nekat melawan petugas. Sehingga seorang anggota Polri jadi korban kekerasan para pemuda tersebut. Ditambah lagi, ada 6 orang yang juga menjadi korban kebrutalan para pemuda desa ini.

Miko Indrayanto Kapolres Lamongan

“Kita bergerak cepat dan tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi aksi premanisme seperti ini,” ujar Miko.

Menurut Miko, ulah brutal dari para pelaku ini karena pengaruh miras. Seperti yang terjadi di Labuhan Sedayulawas, Kecamatan Brondong. Bahkan aksi kekerasan ini tidak hanya terjadi di Sedayulawas Brondong, namun juga di Paciran dan wilayah selatan Lamongan, tepatnya di Kecamatan Bluluk.

“Anggota (polri) yang menjadi korban tersebut saat di TKP Sedayulawas. Saat hendak melerai aksi kekerasan saat itu,” tandasnya.

Aksi premanisme seperti ini, lanjut Miko, tidak bisa ditolelir, apapun alasannya. Termasuk alasan karena sakit hati, ketersinggungan maupun dendam.

Polisi, imbuh Miko, juga mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan oleh belasan pemuda dalam aksinya tersebut. Seperti sebatang kayu, batu, pakaian dan barang bukti lainnya.

“Para tersangka dijerat Pasal 170 ayat (2) KUHP, Pasal 214 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun. Sementara proses persidangan bagi anak-anak di bawah umur akan diterapkan perlakukan hukumnya untuk anak,” pungkasnya.(riq/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar