Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Polres Lamongan Pasang Garis Polisi di Rumah Tersangka Investasi Bodong

Lamongan (beritajatim.com) – Penyidik dari Unit II Tipidter Sat Reskrim Polres Lamongan memasang garis polisi, di salah satu bangunan rumah, yang diketahui telah dibeli oleh tersangka yang merupakan owner investasi bodong, Jumat (14/1/2022).

Satu unit bangunan rumah yang di Perumahan Zam-Zam Residence, Jalan Mastrip Kebet, Kecamatan/Kabupaten Lamongan tersebut merupakan salah satu aset yang dimiliki oleh tersangka Samudra Zahrotul Bilad (21), yang ia beli dari hasil penipuan investasi bodong yang dilakoninya.

Saat didatangi oleh penyidik hari ini, rumah tersebut masih dalam proses pembangunan dan tampak keberadaan sejumlah pekerja yang berada di sana.

Dalam kesempatan tersebut, Kanit II Tipidter, Ipda Arif Setiawan didampingi beberapa anggota Sat Reskrim langsung meninjau ke lokasi untuk menemui Direktur Perumahan yang bernama Vita dan menyerahkan surat pemberitahuan sembari menjelaskan maksud kedatangannya.

Menurut Ipda Arif, pemasangan garis polisi tersebut dilakukan sebagai proses awal penyitaan barang bukti. “Saya sebagai penyidik Unit II yang menangani perkara ini melanjutkan tugas dan kewajiban untuk memasang garis polisi di rumah yang dibeli oleh tersangka,” kata Arif di lokasi.

Petugas kepolisian saat memasang garis polisi di bangunan rumah milik tersangka investasi bodong, yang berada di Perumahan Zam-Zam Residence, Lamongan, Jumat (14/1/2022).

Kini, dengan dipasangnya garis polisi, Arif meminta kepada Direktur Perumahan dan pekerjanya agar segera menghentikan segala bentuk aktifitas pembangunan dan meninggalkan rumah yang dalam penguasaan polisi.

Arif menyampaikan, garis polisi itu digunakan sebagai tanda bahwa siapapun dilarang untuk masuk ke lokasi, merubah apapun, maupun mengerjakan pembangunan rumah. “Kalau ada yang merubah, itu berarti tindak pidana,” tegasnya.

Lebih lanjut, Arif memastikan, bahwa penyidik akan terus mengembangkan penyelidikan dan penyidikan untuk memburu aset tersangka lainnya, yakni 2 unit mobil, Toyota Rush dan Honda Brio.

“Satu kendaraan diketahui ada di Tuban dan masih dalam penguasaan reseller. Sedangkan satu unit kendaraan lainnya masih dalam penelurusan dan informasinya juga ada di wilayah Tuban,” tandasnya.

Petugas kepolisian saat memasang garis polisi di bangunan rumah milik tersangka investasi bodong, yang berada di Perumahan Zam-Zam Residence, Lamongan, Jumat (14/1/2022).

Sementara itu, Direktur Perumahan Zam-Zam Residence, Vita mengungkapkan, jika rumah itu telah dibeli oleh tersangka senilai Rp 947 juta, dengan luasan 7×15 meter.

“Rumah tersebut seluas 7×15 meter. Sebenarnya harga normalnya Rp 660 juta. Namun harga tersebut menjadi Rp 947 juta karena custom, ia minta ada penambahan mutu material dan kolam renang seluas 3×5 meter,” tutur Vita kepada wartawan.

Meski begitu, Vita mengaku, tak tahu menahu jika uang yang digunakan untuk membeli rumah adalah hasil dari penipuan atau investasi bodong.

“Rumah tersebut baru dibayar Rp 750 juta pada Desember 2021 kemarin. Untuk kekurangannya, rencananya akan dilunasi pada bulan Februari mendatang,” terangnya.

Sekadar diketahui, Owner invetasi bodong, Samudra Zuhrotul Bilad ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Dengan resellernya yang berjumlah 9 orang, 2 di Tuban dan 7 di Lamongan, Bilad meraup uang sebesar Rp 6 miliar.

Saat ini, tersangka asal Dusun Plosolebak Desa Tambakploso Kecamatan Turi Lamongan yang memiliki bayi berumur 7 bulan ini harus mendekam di sel tahanan Polres Lamongan sembari menunggu proses hukum berikutnya. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar