Hukum & Kriminal

Pelaku Beraksi di 19 TKP

Polres Kota Mojokerto Tembak Pencuri Spesialis Rumah Kosong

Kapolres Kota Mojokerto, AKBP Sigit Dany Setiono merealese tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Foto : misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Anggota Satreskrim Polres Kota Mojokerto menembak pelaku pencurian dengan pemberatan spesialis rumah kosong. Pelaku, NH dilumpuhkan petugas karena berusaha melawan saat hendak diamankan pada, Minggu (8/9/2019) kemarin.

Kapolres Kota Mojokerto, AKBP Sigit Dany Setiono mengatakan, pengungkapan kasus pencurian dengan pemberatan cukup singkat. “Pelaku beraksi di salah satu rumah di Bancang, Kelurahan Wates dengan satu orang pelaku,” ungkapnya, Senin (9/9/2019).

Masih kata Kapolresta, dari hasil pendalaman diketahui NH melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan modus pengrusakan atap dan gembok pada malam hari. Pelaku merupakan spesialis rumah kosong.

“Hasil pemeriksaan, pelaku beraksi sendiri dan terungkap sudah makukan di beberapa TKP cukup banyak. Ada 18 TKP ditambah satu TKP terakhir (sebelum ditangkap, red) total ada 19 TKP. Semua dilakukan di wilayah Kota Mojokerti, terbanyak di Magersari,” katanya.

Di Tempat Kejadian Perkara (TKP) terakhir, pelaku berhasil mengasak uang senilai Rp7 juta. Modus operandinya pelaku dengan cara melakukan pencurian dengan pemberatan sehingga tidak sampai melukai korban tapi merusak pada malam hari.

“Sasarannya, uang, perhiasan, HP dan laptop. Dalam aksinya, pelaku menggunakan linggis untuk melakukan pengrusakan. Bahkan pelaku menggunakan dua jaket untuk mengelabuhi, satu digunakan saat masuk dan satu digunakan saat keluar,” jelasnya.

Kapolresta menambahkan, pelaku sendiri menggunakan sepeda motor dari rumah di Desa Brangkal, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik ke Kota Mojokerto. Sampai di tempat kos, pelaku berganti sepeda angin menuju sasaran rumah kosong.

“Pelaku menggunakan sepeda angin untuk memantau rumah kosong. Pelaku juga menggunakan sarung tangan untuk menghindari sidik jari yang tertinggal, barang hasil pencurian dijual. Pelaku dijerat Pasal 363 ayat (2)¬†KUHP,” tegasnya.

Kasat Reskrim Polres Kota Mojokerto, AKP Ade Warokka menambahkan, pelaku diamankan 500 meter dari TKP. “Pelaku papasan dengan petugas, saat hendak diamankan pelaku melakukan perlawanan dengan cara merebut senjata api petugas sehingga dilumpuhkan dengan tindakan tegas,” tuturnya.

Tembakan yang mengenai kaki kiri pelaku tersebut diberikan petugas karena pelaku melawan. Menurutnya, aksi pelaku dimulai sejak tahun 2016 lalu, namun hanya beberapa kali saja. Di tahun 2018, aksi pelaku semakin sering dilakukan.

Sementara itu, pelaku NH mengaku, aksi tersebut dilakukan lantaran kebutuhan. “Saya butuh uang untuk biaya kakak saya sakit liver. Dulu jualan nasi goreng, sehari dapat Rp300 ribu tapi akhir-akhir ini sepi jadi terpaksa mencuri,” urai bapak tiga anak ini. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar