Hukum & Kriminal

Polres Kediri Tetapkan HDC Tersangka Penipuan dan Penggelapan Uang

Tersangka Hendro Dwi Cahyono (HDC) saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Kediri (beritajatim.com) – Kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang untuk pembelian pasir yang menyeret nama oknum Perangkat Desa Pesing, Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri Hendro Dwi Cahyono (HDC) memasuki babak baru. Polres Kediri telah menetapkan HDC sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Gilang Akbar membenarkan hal tersebut. “Sudah saya periksa sebagai tersangka untuk kasus tersebut,” katanya melalui sambung telepon, Senin (6/7/2020).

HDC telah dilaporkan dalam sejumlah kasus dugaan pidana ke kepolisian. Salah satunya tentang penipuan dan penggelapan uang untuk pembelian pasir. Material tersebut rencananya untuk pembangunan sebuah gedung pendidikan agama di Kecamatan Plemahan. Sedangkan pelapor dalam kasus itu ialah Kristanto, warga Desa Ngino, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri.

Gilang mengaku, kasus tersebut hanya menyeret nama satu orang yaitu HDC. Sementara itu, setelah pemeriksaan terhadap tersangka, pihak kepolisian kini sedang merampungkan pemberkasan.

“Sudah diperiksa sebagai tersangka dan kita pemberkasan dulu. Kalau sudah kita nyatakan lengkap, akan kita limpahkan kejaksaan,” janji Gilang.

Diberitakan sebelumnya, Kuasa Hukum Kristanto, Mohamad Karim Amrulloh, S.H. kepada wartawan mengatakan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh HDC tersebut terkait uang sebesar Rp 6,5 juta untuk pembelian pasir yang digunakan untuk pembangunan sebuah tempat ibadah.

“Klien saya atas nama Kristanto, sejak bulan Oktober 2019 lalu telah memesan pasir kepada terlapor dan telah membayar pesanan itu sebesar Rp 6,5 juta untuk 10 rit. Tapi pasir yang dipesan tersebut hingga laporan ke polisi dibuat, tidak pernah diterima klien saya. Setiap ditanyakan kapan pasir akan dikirim, Pak HDC (Hendro Dwi Cahyono, Red) selalu beralasan saja,” kata Karim Amrulloh, Minggu (26/1/2020) malam lalu.

Menurut Karim Amrulloh, laporan ke polisi kali ini bukanlah bentuk kriminalisasi dan pencemaran nama baik Hendro Dwi Cahyono, melainkan murni kasus hukum yang kebetulan melibatkannya. “Laporan ini murni kasus hukum, bukan upaya kriminalisasi dan pencemaran nama baik Pak HDC,” terang Karim.

Sementara itu, Hendro Dwi Cahyono atau HDC dalam keterangan saat dikonfirmasi, membantah tuduhan tersebut. Menurutnya, uang tersebut telah dikembalikan melalui istrinya. Tetapi oleh sang istri digunakan terlebih dahulu untuk membayar hutang kepada orang lain.

“Tuduhan itu tidak benar. Karena uang itu sudah saya kembalikan melalui istri. Saya kirimkan rekaman pembicaraan antara istri,” kata Hendro Dwi Cahyono melalui sambungan telepon.

Melalui rekaman berdurasi 23.44 menit itu berisi percakapan antara seorang perempuan yang disebut Hendro istrinya dengan seorang pria. Pihak perempuan mengatakan, apabila uang pengembalian dari Hendro tersebut hendak diberikan. Tetapi terlebih dahulu dipakai untuk membayar hutang. Perempuan tersebut berjanji akan memberikan uang untuk pengembalian pembayaran pasir setelah mendapat uang dalam waktu dekat.

Untuk diketahui, Hendro Dwi Cahyono atau HDC sebelumnya dilaporkan ke polisi terkait dugaan penipuan dan penggelapan dua buah mobil. Berikutnya, dilaporkan lagi terkait kasus dugaan penipuan investasi di penambangan pasir. Sedangkan, laporan ketiga ini adalah penipuan dan penggelapan uang pembelian pasir ke Polres Kediri. [nm/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar