Hukum & Kriminal

Polres Kediri Tangkap 35 Pengedar Narkoba dari Jaringan Lapas

Kediri (beritajatim.com) – Polres Kediri berhasil membongkar jaringan pengedar narkoba dan obat-obatan terlarang yang diduga dikenalikan dari dalam Lembaga Permasyarakatan (Lapas). Sebanyak 35 orang tersangka diamankan dari 33 kasus.

Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal mengatakan, pengungkapan kasus narkoba ini digelar selama 12 hari dalam ‘Operasi Tumpas’ 2019. Dari sebanyak 33 kasus narkoba tersebut, sembilan diantaranya adalah pengedar sabu-sabu, sementara 24 lainnya tergolong obat-obatan terlarang seperti pil dobel L.

“Untuk jumlah total barang bukti sabu-sabu yang berhasil kita amankan sebanyak 21 gram. Sementara untuk pil dobel L nya sebanyak 162 ribu butir,” kata AKBP Roni Faisal, Kamis (7/2/2019). Apabila satu paket pi koplo berisi 10 butir biasa dijual dengan harga Rp 10 ribu, maka nilai barang pil dobel L sebesar Rp 162 juta, dan untuk sabu-sabu kurang lebih Rp 31,5 juta dengan asumsi harga sabu senilai Rp 1,5 juta tiap satu gramnya.

Kapolres bersyukur, karena barang haram tersebut berhasil disikat sebelum sampai ke tangan para konsumen. Sebab, berdasarkan pengakuan para tersangka, mereka kerap mengedarkan narkoba ke kalangan anak sekolah. Sementara barang terlarang tersebut berasal dari wilayah Kabupaten Kediri.

“Masih kita dalami asal mula barang tersebut. Ada beberapa lokasi yang sudah kita petakan. Kita juga mengembangkan kasus ini dan bermuaranya jaringan ini ternyata dari sebuah Lapas. Narapidana dari dalam Lapas,” beber Kapolres.

Akan tetapi, Kapolres mengaku, memiliki tantangan dalam mengungkap kasus ini hingga ke pengendali yang ada di lapas. Sebab, pengedar narkoba selalu terputus dalam jaringan terputus.”Jaringan di Lapas itu kita dalami. Mudah-mudahan kita bisa ungkap,” pinta Kapolres agar didoakan oleh para jurnalis yang ikut dalam pres rilis.

Ke-35 orang tersangka kini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di dalam sel tahanan Polres Kediri. Mereka yang terbukti mengendarkan sabu-sabu Pasal 114 Ayat 2 subsider Pasal 112 Ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati dan minimal enam tahun kurungan penjara. Sedangkan pengedar pil dobel L diancam pasal dijerat dengan Pasal 196 atau pasal 197 Undang-undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman penjara paling lama 15 Tahun. [nng/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar