Hukum & Kriminal

Polres Kediri Ringkus Sindikat Pemalsu Dokumen

Kediri (beritajatim.com) – Petugas Satuan Reskrim Polres Kediri berhasil meringkus tiga orang pelaku pemalsuan dokumen kependudukan.

Mereka, Harun Arrasyid, sebagai biro jasa atau selaku calo, Suharto bin (Alm) Sukardi adalah karyawan dari Harun Arrasyid dan Angga di Dusun Jeruk, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem.

Kapolres Kediri AKBP Lukman mengatakan, terungkapnya kasus pemalsuan dokumen ini berawal dari penggerebekan narkoba oleh Satreskoba Polres Kediri perumahan Sukorejo Indah, Kecamatan Ngasem.

Petugas mencurigai adanya tumpukan dokumen akta kelahiran dan dokumen kartu keluarga. Selanjutnya atas temuan tersebut, anggota Satresnarkoba menyerahkannya kepada Satreskrim dan benar adanya jika dokumen tersebut adalah palsu.

“Pada melakukan penggerebekan sebuah rumah yang diduga dijadikan tempat penyimpanan obat – obat terlarang kemudian melakukan penggeledahan dirumah tersangka di Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, ditemukan barang bukti diduga dokumen palsu atau akta authentik,” kata AKBP Lukman.

Selanjutnya dilakukan pengembangan di rumah kontrakan Perum Sukorejo Indah dan ditemukan ketiga tersangka berikut barang bukti dokumen palsu beserta perlengkapan membuat dokumen palsu tersebut.

Adapun barang bukti yang disita petugas berupa, satu set komputer, satu unit mesin printer, petugas menghimbau kepada masyarakat agar melakukan pengurusan dokumen secara mandiri, karena proses pengurusan dokumen di dinas kependudukan dan catatan sipil sangat mudah, cepat dan gratis.

Kapolres menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan orang asing dalam mengurus dokumen. Apabila masyarakat dapat mengurus dokumen kependudukan sendiri, karena saat ini pengurusan dokumen kependudukan sangatlah mudah cepat dan yang terpenting adalah gratis.

Ketiga tersangka terpaksa mendekam di ruang Tahanan Mapolres Kediri. Mereka terancam dijerat dengan pasal 96A UU RI No.24 tahun 2013 tentang perubahan atas UU No 23 tahun2006, Tentang Administrasi Kependudukan atau pasal 264 KUHP, jo pasal 55 KUHP, Tentang Tindak Pidana Pemalsuan Akta Authentik atau Dokumen dengan ancaman hukuman penjara selama 8 tahun. [nm/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar