Hukum & Kriminal

Polres Kediri Gerebek Pabrik Narkoba dari Bahan Tepung Tapioka

Kediri (beritajatim.com) – Satuan Reskoba Polres Kediri berhasil membongkar pabrik pembuatan narkoba jenis pil doble L. Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita bahan baku tepu tapioka, bahan obat-obatan kimia, serta peralatan produksi dan puluhan ribu pil ‘koplo’.

Pabrik pil koplo rumahan ini ada di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Polisi menangkap pemilik usaha terlarang bernama Sutiono alias Negro (33) dan Sugeng Pramono (27) selaku pemilik rumah kontrakan yang disewa pelaku di Desa Paron, Kecamatan Ngasem.

Keduanya terbukti memproduksi pil doble L tanpa keahlian khusus di bidang farmasi dan takaran coba coba. Mereka memproduksi barang haram tersebut secara otodidak selama hampir satu bulan terakhir.

Dihadapan polisi, pelaku mengaku masih dalam tahap eksperimen. Mereka belum menemukan takaran yang pasti, tetapi keburu digerebek oleh petugas. Selain menyita bahan bahan seperti ketela, tepung tapioka, satu kardus obat sidiadryl dan scopamin, serta peralatan produksi, polisi juga menyita 67 ribu butir pil doble buatan pabrik dalam bunker bawah tanah yang disiapkan pelaku.

Nantinya, hasil buatannya akan dicampur dengan barang buatan pabrik dengan perbandingan 100 banding 900 butir dengan harga 300 ribu per 1.000 butirnya, atau 3.000 per butirnya.

“Kami masih melakukan pengembangan kasus ini untuk mengungkap jaringan besar di belakang pelaku yang diduga di kendalikan dari dalam Lapas,” kata Kapolres Kediri, AKBP Roni Faisal.

Tersangk terancam pasal 197 KUHP subsider 196 Undang undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1,5 milyar. [nng/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar