Hukum & Kriminal

Polres Kediri Bentuk Tim Cyber ITE

Kediri (beritajatim.com) – Jajaran Kepolisian Resort Kediri terus berupaya menciptakan suasana kondusif jelang gelaran Pemilihan Bupati Kediri tahun 2020, salah satunya dengan membentuk tim cyber anti kampanye hitam dan hoax. Tujuannnya, untuk mengawasi pelanggaran hukum, seperti penyebaran ujaran kebencian dan lain-lain melalui media sosial.

Tim yang melibatkan berbagai fungsi ini bekerja 24 jam untuk memantau kampanye hitam dan hoax yang sudah mendapat pelatihan tentang Undang-Undang ITE dari tim Direktorat Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri. Seperti diketahui, adanya kampanye hitam dan hoax dapat menimbulkan terjadinya benturan antar-pendukung calon maupun memicu konflik di masyarakat terutama di Kabupaten Kediri.

Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono, mengimbau kepada semua pihak untuk lebih arif dalam menggunakan media sosial seperti Facebook, Twitter, WhatsApp, Instagram, Line dan lainnya. Karena menjelang Pilkada disinyalir penyebaran hoax ataupun ujaran kebencian akan meningkat yang berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah-tengah masyarakat.

“Mari bersama-sama menjaga kondusifitas di Kediri khususnya pada masa kampanye. Tim cyber yang kami bentuk, nantinya akan terus memonitor kegiatan kampanye di media sosial,” ujar Kapolres.

Ditambahkan, jika dalam perhelatan Pilkada 2020 ditemukan adanya tindak pidana cyber, pihanya tak segan-segan memproses sesuai hukum pidana maupun UU ITE yang berlaku. Lebih lanjut, Kapolres berpesan kepada masyarakat agar lebih jeli lagi dalam mengkonsumsi sebuah pemberitaan dan tidak sembarangan dalam mengshare berita tersebut.

Apalagi bagi mereka yang telah dengan sengaja membuat sebuah berita bohong baik menggunakan akun pribadinya seperti facebook, instagram hingga WhatsApp, polisi siap untuk memantau dan menindak.

“Kami senantiasa akan terus memantau perkembangan di medsos. Jika disinyalir mengandung ujaran kebencian ataupun sejenisnya, kamu akan tindak tegas dan amankan. [nm/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar