Hukum & Kriminal

Polres Kediri Amankan 3 Pemalsu Benih Jagung

Kediri (beritajatim.com) — Tiga orang produsen bibit jagung illegal dibekuk Satreskrim Polres Kediri. Mereka adalah Basuki (47) warga Desa Pojok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar; Ahmad Romdoni (45) warga Desa Jabung, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar dan Muhamad Mintoro (53) warga Desa Sumber Agung, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

Waka Polres Kediri Kompol Andi Gunawan S.I.K mengatakan, penangkapan pelaku bermula dari laporan adanya peredaran bibit illegal dari perusahan bibit PT. Agri Makmur Pertiwi.

“Ketiga tersangka ini memperbanyak benih dan memperdagangkan jagung jenis talenta (milik PT Agri Makmur Pertiwi) tanpa pensetujuan pemegang hak PVT (Perlindungan Varietas Tanaman) dan dijual kepada masyarakat dengan harga lebih murah,” ungkap Kompol Andik Gunawan, Senin (26/8/2019).

Akibat kejadian itu, pihak PT Agri Makmur Pertiwi mengalami kerugian. Basuki diamankan petugas saat berada di Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar.

Dari penangkapan Basuki petugas mengamankan satu kendaraan Mitshubisi L300 Nopol AG 8648 KE. Selain itu juga mengamankan uang hasil penjualan sebesar Rp. 7 juta, satu karung benih jangung manis talenta, 40 pack insektisida, 30 karung tongkol jagung manis basah, 32 karung tongkol benih jagung manis kering, satu timbangan dan enam karung kering biji jagung manis talenta.

Sementara dari penangkapan Ahmad Romadono petugas mengamankan 111 karung jagung tongkol jenis talenta. Selain itu juga diamankan 1 kg pewarna merah, 4 kg benih jagung jantan jenis talenta, 8 kg benih jagung betina jenis talenta dan 9 kg benih jagung jenis talenta.

Sedangkan dari penangkapan Mintoro diamankan empat sak jagung manis talenta, satu sak jangung manis talenta yang sudah diberi pewarna. Tidak hanya itu petugas juga mengamankan 40 pack benih jagung manis Telenta, alat pres, timbangan dan palstik.

Ketiga tersangka disangkakan pasal 71 Undang Undang RI No 29 tahun 200 tentang perlindungan varietas tanaman dan diancam hukuman pidana penjara selama tujuh tahun dan denda Rp 2,5 milyar. [nng/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar