Hukum & Kriminal

Polres Gresik Ringkus Pengedar Sabu Jaringan Madura

Gresik (beritajatim.com) – Peredaran narkoba jenis sabu masih meresahkan masyarakat Gresik. Sebagai tindak lanjutnya Satreskoba Polres Gresik meringkus DS (33) pengedar sabu asal Desa Tanjungan, Bangkalan.

DS diringkus saat menjalankan aksinya di Terminal Malik Ibrahim Gresik, saat dirinya turun dari perahu setelah meninggalkan Bangkalan.

Sebelum beraksi, DS yang sudah lama diincar polisi tidak mengetahui kalau dirinya sudah lama dikuntit, dan masuk daftar target operasi. Sewaktu diamankan, dan digeledah pelaku DS tidak bisa berkutik. Pasalnya, di celananya tersimpan satu klip berisi kristal putih narkoba jenis sabu yang dibungkus rokok.

Mengetahui aksinya ini kepergok, DS akhirnya mengakui perbuatannya. Bahwa, bungkus rokok yang dibawanya berisi sabu dari Bangkalan, Madura yang hendak diedarkan di wilayah Gresik.

Selain mengamankan DS, polisi juga menyita ponsel pelaku yang diduga sebagai alat untuk berkomunikasi melakukan transaksi sabu. Kini, pelaku telah diamankan setelah menjalani proses pemeriksaan.

Barang bukti narkoba jaringan Madura

“Penangkapan DS berawal dari informasi masyarakat. Ada peredaran sabu antar pulau dari jaringan Madura,” ujar Kapolres Gresik Arief Fitrianto, Jumat (5/02/2021).

Arief Fitrianto menuturkan, DS sudah lama jadi incaran anggotanya. Sebab, pelaku sangat licin pergerakannya. Namun, berhasil diringkus sebelum menjalankan aksinya.

“Ada 0,44 gram sabu yang disimpan DS. Kami akan terus mengembangkan kasus ini. Sebab, tidak menutup kemungkinan ada jaringan lain yang terlibat,” tuturnya.

Alumni Akpol 2001 itu juga menghimbau agar masyarakat tidak main-main melakukan peredaran narkoba. Pasalnya, pihaknya tidak segan-segan melakukan tindakan tegas namun terukur membrangus barang haram ini.

“Kami tak main-main dan menyatakan perang terhadap narkoba. Jika masyarakat menemukan ada kasus ini jangan segan-segan melapor,” ungkapnya.

Saat ini DS sudah ditahan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pemuda asal Bangkalan itu, dijerat pasal 114 ayat (1)Subs serta pasal 112 (ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman  4 tahun penjara. (dny/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar