Hukum & Kriminal

Polres Gresik Ringkus Dua Pemuda Sebagai Bandar dan Kurir Sabu Jaringan Sidoarjo

Bandar dan kurir sabu asal Sidoarjo meringkuk di penjara usai menjalani pemeriksaan

Gresik (beritajatim.com) – Jaringan narkoba asal Sidoarjo sepertinya mendapat atensi khusus dari Satreskoba Polres Gresik. Kali ini, dua pemuda, baik itu bandar maupun kurir sabu asal daerah tersebut kembali diringkus di Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Gresik.

Kedua pemuda yang diamankan itu, masing-masing Andi Saputra Meger (22) sebagai bandar sabu dan Imam Novi Arbianto (20) sebagai kurirnya. Dua pelaku ini berasal dari jaringan narkoba asal Sidoarjo.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasatreskoba AKP Herry Kusnanto menuturkan, kedua pelaku ini ditangkap berdasarkan keterangan dari pelaku M.Adjie Nabawi yang sebelumnya telah diamankan terlebih dulu.

“Terungkapnya kasus ini berkat pengembangan penyelidikan terhadap pelaku sebelumnya namun masih satu jaringan,” tuturnya, Jumat (19/02/2021).

Setelah mengembangkan kasus ini lanjut dia, didapat informasi paket hemat sabu yang diedarkan tersebut didapatkan dari Imam Novi Arbianto di Desa Jogostaru, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

“Dari keterangan Imam Novi Arbianto itu, anggota di lapangan berhasil menangkap Dimas Andi Saputra Meger selaku bandar di kediamannya Desa Sidodadi, Kecamatan Taman, Sidoarjo,” ujarnya.

Selain mengamankan kedua pelaku, petugas juga menyita empat poket narkotika jenis sabu dengan berat timbang masing-masing 0,28 gram bruto, 0,30 gram bruto, 0,30 gram, dan 0,32 gram yang disimpannya di saku jaket. Serta satu pak plastik klip, satu pipet kaca, satu potongan sedotan serta satu ponsel yang digunakan untuk transaksi.

“Peran Adjie dan Imam selaku kurir atau kaki tangan dari Dimas untuk mengambil barang dan mengantarkan kepada para pemesan, bahkan sampai ke Gresik,” ungkap Herry Kusnanto.

Usai menjalani pemeriksaan, kini kedua pelaku tersebut ditetapkan sebagai tersangka, dan dijerat Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 84 ayat (2) KUHAP diancam minimal empat tahun penjara. [dny/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar