Hukum & Kriminal

Polres Gresik Panen Tangkapan Kasus Narkoba

Gresik (beritajatim.com) – Selama sebulan Polres Gresik panen tangkapan kasus narkoba. Ada 30 orang tersangka yang terdiri dari 22 orang pengedar dan 8 orang pemakai narkoba jenis sabu-sabu dari berbagai wilayah di Kabupaten Gresik yang diringkus.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitriyanto, menuturkan, 30 tersangka tersebut berasal dari 23 kasus yang terjadi di Kecamatan Menganti, Driyorejo, Wringinanom, Cerme dan Kebomas. “Dari 23 kasus tersebut kita berhasil mengumpulkan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu dengan berat 48,71 gram,” tuturnya, Rabu (22/07/2020).

Ia menambahkan, berdasarkan hasil penyelidikan. Selama ini jaringan pengedar narkoba di Gresik membidik para pelajar dan generasi muda sebagai targetnya.

Arief membeberkan selama ini jaringan narkoba yang ada di Kabupaten Gresik selain menyasar para pelajar dan generasi muda. “Penyebaran narkoba di Gresik sudah terjadi di segala lini. Sedang kasus terbanyak terdapat di Kecamatan Driyorejo,” imbuhnya.

Terkait dengan itu, dirinya akan terus mengembangkan kasus yang ada untuk mengetahui kemungkinan adanya keterlibatan jaringan narkoba dari luar Gresik, utamanya asal Surabaya. “Jika ada kasus yang melibatkan jaringan dari luar kota akan kami buru. Kami berkomitmen memberantas jaringan narkoba ini sampai ke akar-akarnya,” ungkapnya.

Dari 23 kasus ini, selain barang bukti berupa 48,71 gram sabu-sabu, polisi juga mengamankan 28 ponsel, 7 unit sepeda motor dan uang tunai sebesar Rp 15 juta. Atas perbuatannya itu, semua tersangka dijerat dengan pasal 114 KUHP dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara dan minimal 4 tahun tahun penjara. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar