Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Polres Gresik Gagalkan Penyelundupan Pekerja Migran ke Hongkong dan Singapura

Gresik (beritajatim.com)- Sebanyak tujuh Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang hendak diberangkatkan ke Hongkong dan Singapura digagalkan polisi Gresik saat berada di rumah singgah di wilayah Kecamatan Duduksampeyan.

Kasatreskrim Polres Gresik, Iptu Wahyu Rizki Saputro menuturkan, ada tujuh perempuan diamankan di sebuah rumah. Tepatnya, di Desa Tumapel, Kecamatan Duduksampeyan. PMI yang diamankan berasal dari luar Gresik.

“Ada tujuh orang yang kami amankan. Diantaranya Desi Putri Susilawati (37) asal Perumnas Indarung Desa Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Kemudian Marlince Magediala (34) Maraga Ngudu Desa Bera Dolu Kecamatan Loli Kabupaten Sumba Barat, Provinsi NTT, Andriana Baok (35) warga Desa Railor Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka Provinsi NTT,” tuturnya, Rabu (8/12/2021).

Selain ketiga perempuan tersebut, lanjut Rizky, ada dua orang lagi yakni Megawati Haubenu (30) asal Desa Toana, Kecamatan Toana, Kabupaten Timur Tengah Selatan Provinsi NTT, dan Saniah (49) warga Desa Jatisari, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.

“Dari jumlah itu, dua orang tidak membawa identitas KTP yakni Juma Johana (26) asal Desa Lumban Siagian Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samusir, Provinsi Sumatera Utara dan Saroyah (48) warga Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah,” ungkapnya.

Semua pekerja migran itu kata Rizky, hendak diberangkatkan oleh Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang mengatasnamakan PT Satria Parangtritis beralamat di Jalan Raya Jati Makmur Celepuk Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

“Sewaktu dilakukan pemeriksaan pemilik rumah singgah atas nama Arifin (50) warga Desa Glanggang Kecamatan Duduksampeyan. Rumah tersebut dikontrak oleh seorang pria bernama Roni warga asal Jember,” katanya.

Terkait dengan kasus ini, polisi langsung berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik. Ini karena PT Satria Parangtritis merupakan perusahaan yang legal bergerak dibidang PJTKI.

“Dari hasil pemeriksaan dari tujuh orang tersebut tidak ada atau tidak terdaftar, maka bisa disimpulkan mereka merupakan calon PMI ilegal,” imbuh Rizky.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, tujuh orang tersebut dalam proses rencana pemberangkatan sebagai PMI yang akan dikerjakan sebagai asisten rumah tangga di negara Hongkong dan Singapura. Setiap PMI diminta dana Rp 36 juta oleh pihak penyalur yang mengatasnamakan PT Satria Parangtritis. [dny/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati