Hukum & Kriminal

Polisi Waspadai Peredaran Uang Palsu Saat Pilkada di Jember

Jember (beritajatim.com) – Aparat kepolisian mewaspadai peredaran uang palsu saat pemilihan bupati di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun ini. Masyarakat diminta waspada.

Hal ini dikemukakan Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Alfian Nurrizal, Senin (6/1/2020). “Ini jadi perhatian khusus, apalagi kita sedang melakukan persiapan menghadapi pemilihan kepala daerah,” katanya.

Alfian tidak menampik masih adanya potensi praktik politik uang dalam perhelatan politik itu. “Inilah yang harus kita jaga bersama, agar tak terjadi money politics. Tentunya kami selalu akan melakukan antisipasi, dan melakukan pengungkapan represif terhadap pelaku,” katanya.

Polisi baru saja mengangkap dua orang warga Jember yang mengedarkan uang palsu. “Saat ini (uang palsu) untuk kepentingan belanja diri sendiri. Tapi tidak menutup kemungkinan antisipasi terhadap pelaksanaan pesta demokrasi,” kata Alfian.

Sementara itu, berdasarkan laporan Kantor Bank Indonesia Perwakilanb Jember, Jawa Timur, menemukan 3.179 lembar uang palsu sepanjang tahun hingga November 2019. Pemimpin Kantor BI Jember Hestu Wibowo mengatakan, ada penurunan sekitar 10 persen dibandingkan November 2018. Saat itu BI Jember menemukan 3.521 lembar uang palsu beredar di masyarakat. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar