Hukum & Kriminal

Polres Ponorogo Tetapkan Kurir Sampo Berisi Narkotika Sebagai Tersangka

Dua pengunjung SR dan DP merupakan residivis kasus obat terlarang yang sering keluar masuk Rutan Kelas IIB Ponorogo(foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Satuan Narkoba Polres Ponorogo menetapkan Dicky Putra sebagai tersangka dalam upaya penyelundupan obat terlarang di dalam botol sampo ke Rutan kelas IIB Ponorogo.

Dicky menjadi kurir setelah temannya berinisial DN memintanya untuk mengantarkan pesanan pil dobel L, ke salah satu warga binaan yang berinisial AG. “Untuk sementara Dicky ini kita tetapkan sebagai tersangkanya,” kata Kasat Narkoba Polres Ponorogo AKP Denny Fahrudianto.

Sementara teman Dicky, yang bernama Septian Risky yang juga ikut dalam mengantarkan sampo berisi pil dobel L yang sudah dihaluskan itu ditetapkan sebagai saksi. Sebab dirinya, kata Denny tidak tahu menahu isi di dalam sampo tersebut. Dia hanya diajak mengantarkan sampo dan peralatan mandi.

Supaya mau, Septian ini diiming-imingi akan dikasih pil dobel L dalam dua bungkus rokok. “Per bungkus rokok itu isinya 40 butir pil dobel L. Barang haram tersebut di simpan di rumah Septian,” katanya.

Awal mula kecurigaan petugas rutan kemarin (6/11) dalam menggagalkan penyelundupan itu, kata Denny bahwa Dicky dan Septian mulai gelisah saat petugas memeriksa bahan bawaan mereka. Saat isi sampo dituangkan ternyata isinya sedikit. Padahal botol sampo itu ukurannya besar 700 mm.

Akhirnya, botol tersebut dibuka dengan menggunakan pisau. Ternyata dalam botol sampo tersebut isinya pil dobel L yang ditumbuk halus disimpan di dalam plastik. “Kami sedang mengejar DN, orang yang menyuruh Dicky mengantarkan pesanan pil dobel L tersebut,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar