Hukum & Kriminal

Polisi Temukan Puluhan Ton Pupuk Bersubsidi di Gudang KUD Tani Bahagia Mojokerto

Gudang KUD Tani Bahagia Desa Desa Pojojer, Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto yang disidak Satreskrim Polres Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Anggota Satreskrim Polres Mojokerto melakukan sidak ke salah satu distributor pupuk bersubsidi yakni Koperasi Usaha Desa (KUD) Tani Bahagia di Desa Pojojer, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Polisi menemukan puluhan ton pupuk menumpuk di gudang.

Meski petugas menemukan sekitar 30 ton pupuk bersubsidi jenis urea yang tersimpan di gudang distributor yang menangani tiga kecamatan( Gondang, Sooko dan Gedeg), namun petugas tidak melakukan penyitaan. Selain bersifat pengecekan, pupuk tidak bisa didistribusikan tanpa seizin Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kanit Pidum, Iptu Heru Prasetyo Nugroho mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengecekan ke sejumlah distributor lainnya yang ada di wilayah hukum Polres Mojokerto. “Stok di KUD Tani bahagia ini memang ada, tapi masih nunggu kuota datang lagi dari provinsi. Kami akan mengecek ke kios-kios juga,” ungkapnya, Senin (24/8/2020).

Sementara itu, Manajer KUD Tani Bahagia, Rudi Maryanto membenarkan bahwa pupuk yang masih tersimpan tersebut statusnya stok yang wajib dimiliki oleh seluruh distributor. “Kami tidak berani mengeluarkan tanpa ada surat keterangan (SK) pendistribusian dari pemprov. Kelangkaan karena adanya pengurangan alokasi pupuk,” katanya.

Pendistribusian di wilayah Kabupaten Mojokerto tahun 2020 ini, lanjut Rudi, ada pengurangan alokasi pupuk mencapai 50 persen. Dimana dalam satu tahun ini pihaknya hanya mendapatkan jatah 2 ribu ton untuk tiga kecamatan tersebut. 1.000 ton untuk Kecamatan Gondang dan 1.000 tonnya lagi untuk dua kecamatan lainnya.

“Padahal tahun 2019 kemarin, Kecamatan Gondang saja mendapatkan jatah 2 ribu ton pupuk. Untuk Kecamatan Gedeg dan Sooko, kebutuhan pupuk tidak banyak butuh seperti di Kecamatan Gondang. Karena alokasi minim, petani kekurangan pupuk,” jelasnya.

Pihaknya berharap Pemprov Jatim kembali menurunkan pupuk subsidi karena jatah pupuk subsidi tahun ini sudah habis didistribusikan kepada para petani di masa tanam pertama. Sehingga di masa tanam kedua yang sudah masuk, lanjut Rudi, banyak petani yang sudah kehabisan pupuk.

“Jika jatah pupuk tidak segera turun lagi, kami khawatir tanaman petani terganggu. Penggunaaan pupuk non subsidi harganya 3 kali lipat lebih mahal dari pupuk subsidi. Sehingga bisa dipastikan petani mengalami kerugian di masa panen nantinya. Bahkan petani juga terancam gagal panen,” tegasnya. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar