Hukum & Kriminal

Polisi Tangkap Bandit Curanmor 6 TKP di Surabaya

MR saat diamankan di Polrestabes Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – MR (23) pemuda asal Sumokerto ditangkap Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya di Bangkalan, Madura usai mencuri motor di Jojoran beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana mengatakan, MR ditangkap sendirian, sedangkan tiga temannya masih diburu oleh pihak kepolisian. “Tersangka beraksi bersama tiga temannya dan kini kami tetapkan daftar pencarian orang (DPO),” kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana, Rabu (16/11/2022).

Mirzal menambahkan, saat itu motor milik korban diparkir di halaman rumah kos dalam keadaan dikunci ganda. Begitu juga pagar juga digembok. Dirasa aman, korban, LB kemudian masuk ke kamarnya untuk istirahat. Namun, dugaan korban salah. Keesokan harinya korban diberitahu oleh tetangga kosnya jika gembok pagar hilang.

Selanjutnya, korban mengecek dan mendapati motornya juga amblas dicuri maling. Bukan hanya motornya yang raib, tapi juga dompet berisi uang sebesar Rp800 ribu dan surat-surat, seperti STNK, ATM, KTP, yang diletakkan di jok juga ikut digondol.

“Saat di cek CCTV terekam MR bersama temannya yang mengambil motor tersebut sehingga korban membuat laporan ke Polrestabes Surabaya,” imbuh Mirzal.

Dari rekaman CCTV tersebut, MR sebagai eksekutor masuk ke rumah kos dengan merusak gembok pagar menggunakan kunci T. Setelah berhasil, dia mencuri motor korban di parkiran.

Setelah diselidiki, MR diketahui pelaku lama dan baru keluar dari penjara atas kasus curanmor. Sehingga dengan mudah polisi meringkus tersangka di Bangkalan. Selanjutnya, petugas membawanya ke Mapolrestabes Surabaya guna penyidikan lebih lanjut.

Pengakuan MR kepada penyidik, sudah mencuri sebanyak tujuh kali. Yakni di Jalan Jojoran; Jalan Gundih; Jalan Kupang Krajan Kidul; Jalan Dukuh Kupang; Jalan Kembang Kuning Kulon; Jalan Genteng Bandar Lor, dan Jalan Ploso. Setiap kali berhasil mencuri motor oleh MR dijual ke penadah di Madura seharga Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta. “Hasilnya dibagi rata pak, untuk biaya hidup,” pungkas MR.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, MR dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 9 tahun penjara. [ang/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar