Hukum & Kriminal

Polrestabes Surabaya

6 Pengedar Narkoba “Amatir” Jaringan Tiga Lapas di Jatim Dibongkar

Foto caption : Enam pelaku pengedar dan kurir narkoba saat jalani gelar perkara kasus narkoba di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (25/9/2019).(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com)- Satuan unit Narkoba Polrestabes Surabaya kembai mengamankan pelaku pengedar narkoba jaringan lapas. Kali ini ada enam pelaku diamankan petugas yang diamankan selama sebulan.

Yang mengejutkan adalah para pelaku ini mengaku baru pertama kali bekerja jadi pengedar sabu.

“Baru sekali ini dan bawa 2,5 kg ganja kering tapi saya sudah tertangkap,” jelas R Munir salah satu pelaku saat ditanya petugas dalam gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (26/9/2019).

Tak hanya itu, Munir juga mengaku memperoleh narkoba jenis pil LL ini dari rekan saudaranya di lapas Pamekasan. Tak hanya Munir, kelima pelaku lain juga mengaku bahwa mereka baru sekali terjun di dunia narkiba sebagai pengedar atau kurir antar bandar.

Kombes Pol Sandi Nugroho, Kapolrestabes Surabaya menjelaskan, penyalahgunaan narkotika semakin marak dikalangan masyarakat. Polrestabes Surabaya hari ini kembali merilis kasus peredaran narkotika dan psikotropika dengan jenis ganja, ekstasi dan sabu serta pil koplo, di depan Gedung Command Center Mapolrestabes Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya, saat meminpin konferensi pers mengungkapkan, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka yang berawal dari salah satu atas nama yang berinisial HT (33), di Jalan Rahmat Basuki, Surabaya pada 28 Agustus 2019 yang lalu.

“Anggota kami menangkap seorang pelaku pengguna ataupun pengedar narkotika yang tidak begitu banyak yaitu 1 butir pil ekstasi dan 0,39 gram sabu-sabu,” jelas Kombes Pol Sandi yang di dampingi Kasat Narkoba Kompol Memo dan Kasubbag Humas AKP Akhyar.

Tujuh orang tersangka yang berhasil ditangkap oleh tim Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, berasal dari beberapa kota yang berbeda di Jawa Timur. Diantaranya HT (33) dan IZ (21) asal Surabaya, MB (22) asal Mojokerto, SP (29) warga Surabaya dan SM (28) warga asal sidoarjo kemudian KA dan NR.

Menurut penjelasan Kombes Pol Sandi, “dari bukti yang kecil itu dijadikan keseriusan untuk menyelidiki kasus tersebut bisa berkembang sehingga bisa menangkap para pelakunya.”

“Dengan keseriusan dengan dedikasi yang tinggi maka bisa berkembang sehingga pada tanggal 11 September nya prestasi dan 4,25 G jatuh dari tangkainya Dan besoknya dengan ditemukan ada 3 paket sabu sebesar 2,23,” jelas Kombes Pol Sandi.

“Polisi saat melakukan penangkapan terhadap tersangka di temukan juga barang bukti 1.306 butir pil extasi, 47,98 gram narkotika jenis sabu, 40.000 pil koplo atau disebut dengan pil LL dan 2 kg 672 gram ganja serta 940 butir pil happy five.” Urai Kapolrestabes Surabaya.

Lebih lanjut perwira melati tiga ini menjelaskan, pihaknya tidak akan segan-segan untuk menindak tegas terhadap penyalahgunaan narkotka di wilayah kota besar Surabaya dan sekitarnya.

“Kita tidak akan segan-segan untuk melakukan tindakan tegas maupun tidak akan lelah untuk mengungkap narkotika ataupun jaringan narkoba yang ada di Surabaya dan sekitarnya,” ungkapnya.

Dengan ditangkapnya para pelaku penyalahgunaan narkoba, Kombes Pol Sandi berharap semoga menjadi warning kepada para pemakai, pelaku pengedar dan gembong narkoba.

“ Semoga menjadikan warning buat para pelaku ataupun jaringan narkoba untuk jangan main-main di Surabaya,” pungkasnya.

Pasal yang disangkakan terhadap tersangka diberatkan pasal 114 ayat (2) subs. Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkoba. Dengan ancaman kurungan minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara/hukuman mati. (man/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar