Hukum & Kriminal

Polisi Sita Aset-Aset Milik CV TMJ

Aliran dana investasi bodong penggemukan sapi perah ini dugunakan tersangka untuk membuka bermacam-macam usaha.(foto : Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Polisi terus melakukan penelusuran terhadap aliran uang investigasi bodong bermodus penggemukan sapi perah. Dengan melacak aset-aset yang dimiliki oleh CV Tri Manunggal Jaya (TMJ). Yakni tempat fitnes Pandawa, John Barbershop, cafe cak benu dan kantor CV TMJ yang berada di Jalan Anggrek Kelurahan Bangunsari Ponorogo. Beberapa tempat tersebut sekarang ditutup dengan menggunakan garis polisi.

“Saat ini kami amankan sejumlah aset yang diduga hasil dari investasi penggemukan sapu perah,” kata Kapolres Ponorogo AKBP. Arief Fitrianto, Senin (24/2/2020).

Arief menyebut aset yang diamankan tersebut sebagian bukan atas nama tersangka Hadi Suwito maupun bendahara CV TMJ Arie Setiawan. Sehingga pihaknya saat ini melakukan perkembangan penyelidikan terkait dengan kemungkinan adanya tersangka baru dalam penipuan investasi bodong penggemukan sapi perah. “Aliran dana dari para korban terus kami telusuri. Bukan tidak mungkin nanti akan ada tersangka baru,” katanya.

Diberitakan sebelumnya polisi sudah menetapkan menetapkan 2 tersangka dalam kasus investasi bodong penggemukan sapi perah. Para tersangka adalah Hadi Suwito selaku pemilik atau direktur CV Tri Manunggal Jaya (TMJ) dan bendahara CV TMJ yang bernama Arie Setiawan. Kasus penipuan investasi bodong ini mencuat saat CV TMJ yang merupakan pengelola investasi penggemukan sapi perah ini melakukan wanprestasi dengan tidak memberikan keuntungan atau profit yang pernah dijanjikan kepada korbannya.

Menurut informasi yang dihimpun oleh beritajatim.com, modus yang digunakan tersangka yakni menawarkan investasi penggemukan sapi perah ini secara door to door kepada masyarakat. Dimana setiap paket kerjasama dihargai Rp 17.600.000 ditambah biaya administrasi sehingga menjadi Rp 19.000.000 per paket dan mendapatkan seekor sapi. Masa berlaku kerjasama ini selama 3 tahun, dan setiap bulan dijanjikan keuntungan Rp 2.300.000, hasil dari penjualan susu dari sapi tersebut.(end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar