Hukum & Kriminal

Polisi Selidiki Maraknya Begal Payudara di Ponorogo

Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP. Hendi Septiadi

Ponorogo (beritajatim.com) – Dalam waktu sebulan terakhir, muncul di media sosial curhatan para korban begal payudara. Sedikitnya ada empat perempuan yang mengaku menjadi korban begal payudara.

Kebanyakan, korban yang mengalami kejahatan tersebut saat melintas di jalan wilayah kecamatan Jetis, Ponorogo.

“Laporan korban secara resmi sampai saat ini belum termonitor,” kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Hendi Septiadi, Sabtu (17/10/2020).

Dia menghimbau para korban untuk membuat laporan resmi. Dengan begitu, pihaknya bisa melakukan klarifikasi gimana kejadiannya. Selain itu, petugas bisa memberikan edukasi supaya kejadian tersebut tidak terulang.

Namun, meski belum ada laporan resmi dari para korban, Hendi menyebut jika pihaknya akan menerjunkan personil untuk menyelidikinya. Didalami mulai dari memeriksa CCTV yang ada diseputar jalan yang sering menjadi tempat kejadian.

“Masih perlu didalami, kita terjunkan personil untuk menyelidiki. TKP-nya kan sama di jalan daerah Jetis,” katanya.

Dia menghimbau untuk perempuan, kalau tidak ada keperluan yang penting untuk jangan keluar malam. Selain itu jangan berpakaian yang mengundang hasrat. Seperti berpakaian yang ketat, menonjolkan lekuk tubuh.

“Jangan sendirian kalau keluar malam. Pakai jaket dan membawa tas, yang jenis tas gendong,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, beberapa hari terakhir jagad media sosial (medsos) Ponorogo diramaikan dengan pengakuan seorang perempuan, yang mengaku temannya menjadi korban pelecehan di jalan saat pulang malam hari. Dia menceritakan jika teman perempuannya tersebut diremas payudaranya oleh orang yang tidak dikenal, yang diduga dilakukan oleh seorang laki-laki.

Kejadian itu terjadi di jalan masuk Desa Winong Kecamatan Jetis. Usai melakukan pelecehan, pelaku langsung tancap gas kabur dengan sepeda motornya. Temannya mengaku tidak sempat mengejar pelaku, sebab masih shock dengan kejadian yang barusan dialaminya.

Ini pengakuan perempuan yang ramai di medsos, ” Halo min, selamat malam, ini mohon maaf nomor saya diblur ya, dan mohon untuk dishare kepada teman-teman khususnya perempuan agar lebih waspada dan berhati-hati ketika pulang malam. Jadi tadi sekitar jam 9 malam teman saya menjadi korban pelecehan di jalan (diremas payudara) oleh orang tidak dikenal (gendernya laki-laki), ketika hendak pulang di sekitar jalan Winong menuju perempatan jetis dengan mengendarai motor. Setelah itu pelaku pelecehan langsung ngebut ke arah perempatan Jetis dan menghilang karna memang teman saya tidak sempat mengejar alias masih shock. Ini posisinya teman saya memakai pakaian yang tertutup (jadi mohon untuk teman-teman tidak menyalahkan pakaian) , terimakasih min semoga bisa menjadi pelajaran, “. (end/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar