Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Polisi Ringkus Pelaku Pemerasan dan Begal Pelajar

Gresik (beritajatim.com)– Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Ujungpangkah, Gresik meringkus pelaku begal yang berprofesi sebagai pelajar di kebun mangga, Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah.

Tersangka Mohammad Fahni Fahrozi (31) dan Muhammad Al Maghrobi (30) keduanya warga Desa Pangkah Wetan tidak berkutik saat diringkus polisi. Ironisnya, salah satu pelaku juga memperkosa korban sewaktu diancam dengan senjata rakitan.

Kronologis kasus pemerkosaan, dan begal ini berawal saat korban NIL (16) warga Desa Pangkah Wetan, dan MFA (16) asal Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Gresik mengendarai sepeda motor Honda Supra X dari arah selatan.

Kedua pelajar tersebut, tidak menyangka dibuntuti oleh kedua pelaku. Yakni, Muhammad Al Maghrobi (30) dan Mohammad Fahni Fahrozi (31) yang mengendarai sepeda motor Suzuki Satria nopol W 4935 AY.

Sewaktu melintas di sebelah utara PT Indosat. Kedua korban belok, dan berhenti di gang sebelah. Tepatnya, di kebun mangga Desa Banyuurip.

Bersamaan dengan itu, tiba-tiba kedua pelajar itu didatangi kedua pelaku M.Al Maghrobi dan M.Fahni yang mengaku sebagai anggota polisi dari Surabaya yang ditugaskan di Ujungpangkah.

Selanjutnya, kedua pelaku mengajak kedua korban ke pos (Kebun Mangga) yang berada di sebelah selatan PT Indosat. Saat tiba di kebun mangga, salah satu pelaku Mohammad Fahni Fahrozi mengeluarkan senjata api jenis pistol revolver rakitan, dan menembaknya ke arah atas.

Melihat kejadian itu, korban langsung merasa ketakutan. Sehingga, pelaku meminta sejumlah uang Rp 1 juta kepada kedua korban, dan mengancam apabila tidak diberi akan dibawa ke Polsek dan diserahkan ke orang tuanya.

Di saat itu pula, pelaku M.Fahni mengajak korban NIL dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Satria ke kebun mangga sebelah selatan dengan jarak 500 meter. Pelaku mengancam lagi dengan menunjukkan senjata api, dan meminta tambahan Rp 5 juta.

Apabila tidak bisa menyediakan uang tersebut korban dipaksa melayani nafsu bejat pelaku. Selang 10 menit kemudian, korban NIL dan pelaku M.Fahni ke lokasi semula. Sementara di tengah ancaman, korban MF hanya memiiliki uang Rp 25 ribu dan menawarkan uang tersebut.

Namun, kedua pelaku tidak mau, dan menyuruh korban untuk mencari pinjaman uang dan pergi mengendarai sepeda motornya.

Karena korban MF lama kembalinya akhirnya pelaku M. Al Maghrobi mengantarkan korban NIL sambil membawa senjata api ke dekat rumahnya di Ujungpangkah.

Namun, di depan kantor PT Indosat berpapasan dengan korban MF bersama dengan temannya. Kemudian masing-masing turun dari sepeda motor.

Korban MF menyerahkan uang Rp 200 ribu kepada pelaku M. Al Maghrobi, dan ketika pelaku hendak pergi. Sepeda motor pelaku kepeleset dan jatuh selanjutnya dipukuli oleh korban dan temannya setelah itu menghubungi Polsek Ujungpangkah.

Mendapat laporan itu, reskrim polsek setempat bergerak ke lokasi. Pelaku diringkus di tempat tinggalnya. Sementara, pelaku M.Fahni menyerahkan diri ke polisi setelah rekannya tertangkap.

Kapolsek Ujungpangkah AKP Imam Syafe’i membenarkan adanya kasus begal yang dialami kedua pelajar.

“Kedua pelaku sudah meringkuk di tahanan setelah menjalani pemeriksaan. Dari tangan pelaku kami juga menyita sejumlah barang bukti diantaranya sepucuk senjata rakitan, satu butir proyektil aktif, satu buah motor, uang Rp 200 ribu, dan satu buah ponsel,” ujarnya, Senin (4/03/2019).

Ia menambahkan, terkait dengan kasus ini pihaknya masih terus mengembangkan. Sebab, tidak menutup kemungkinan ada jaringan lain yang terlibat.

“Kami juga mengembangkan kasus ini dengan berkordinasi dengan Polres Gresik,” pungkasnya.

Sementara salah satu pelaku Muhammad Al Maghrobi mengaku dirinya bersama rekannya semula hanya menakuti-nakuti korban. Namun, kedua korban malah tidak takut.

“Semula cuma menakuti-nakuti dengan senjata rakitan yang kami buat. Ternyata korban malah melawan dan melaporkan ke polisi sehingga saya dan rekan saya tertangkap polisi,” tandasnya. [dny/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar