Hukum & Kriminal

Polisi Ringkus 2 Kawanan Pencuri Rumah yang Ditinggal Tarawih

Kedua pelaku saat digelandang di Mapolres Ponorogo. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Tim Resmob Polres Ponorogo berhasil menangkap kawanan pelaku pencurian yang beraksi pada jam-jam salat tarawih. Mereka adalah NM (39), warga Desa Paringan Kecamatan Jenangan dan S (35) warga Desa Nglayang Kecamatan Jenangan yang berdomisili di Desa Gedang Sewu Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Kedua pelaku ini menguras harta korban bernama Yayuk Ispawati, warga Desa Nglayang Kecamatan Jenangan.

“Jadi kawanan pelaku ini beraksi saat korbannya sedang melaksanakan salat tarawih di masjid,” kata Kanit Pidum Reskrim Polres Ponorogo IPDA Guling Sunaka, Selasa (11/5/2021).

Guling menceritakan saat korban pulang dari salat terawih mendapati pintu jendela rumahnya sudah dalam keadaan terbuka. Saat mengecek seisi rumahnya, ternyata barang-barang berharga milik korban sudah tidak ada di tempatnya. “Korban langsung lapor ke Polres Ponorogo, kejadiannya itu pada tanggal 24 April 2021,” katanya.

Unit Resmob langsung menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Mengumpulkan bahan-bahan keterangan yang menjadi petunjuk untuk mengungkap pelaku pencurian dan pemberatan tersebut. Salah satunya dari rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian pada tanggal 4 Mei lalu, petugas berhasil menangkap para pelaku beserta barang bukti yang dicurinya di rumah korban. Mulai dari handphone, laptop dan perhiasan emas. “Untuk perhiasan emas ini ada yang sudah dijual ke orang lain,” katanya.

Guling mengungkapkan setiap pelaku memiliki peran masing-masing dalam aksi pencurian di jam-jam tarawih ini. Pelaku S bertugas untuk mensurvei lokasi target pencurian. Sedangkan pelaku NM merupakan yang beraksi masuk ke dalam rumah korban. Pelaku NM sendiri merupakan seorang residivis yang sudah tiga kali keluar masuk penjara. Kasus pertama penganiayaan, curanmor dan penganiayaan.

“Para pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara,” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar