Hukum & Kriminal

Polisi Proses Kasus Coret-coret Fasum Akibat Diduga Tak Terima Bantuan

Kapolres Mojokerto, Pungkasiadi. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Polres Mojokerto masih melakukan pendalaman terkait aksi warga di Dusun Sarirejo, Desa Tampungrejo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto yang mencoret-coret fasilitas umum (fasum) karena diduga tak terima bantuan dampak Covid-19. Yang bersangkutan sudah dilakukan pemanggilan meski sudah meminta maaf.

Kapolres Mojokerto AKBP Feby DP Hutagalung mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. “Sudah panggil (yang bersangkutan, red), masih didalami. Yang menangani Polres. Makanya kita dalami (sudah minta maaf, red), kita lihat motif dan niatnya,” ungkapnya, Selasa (19/5/2020).

Meski yang bersangkutan sudah menyatakan permintaan maaf di atas materai 6000 ribu dan membersihkan coretan tersebut, pihaknya tetap akan melakukan proses hukum. Jika dari keterangan yang bersangkutan, motif dan niatnya mengarah pada tindak pidana. Proses hukum dilakukan juga untuk memberikan efek jera kepada yang lain.

“Makanya masih kita dalami dan lihat bagaimana motif dan niatnya. Kalau mengarah tindak pidana maka akan tetap kita akan proses. Jika motif dan niatnya mengarah ke tindak pidana tidak menutup kemungkinan tetap akan kita proses. Ini juga untuk memberikan pelajaran kepada yang lain,” katanya.

Jika hasil pemeriksaan mengarah pada suatu tindak pidana, maka yang bersangkutan terancam dijerat Pasal KUHP 406 tentang Pengrusakan. Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar