Hukum & Kriminal

Polisi Periksa Ibu dan Anak Pelumur Tinja ke Nakes Surabaya

Kasat Reskrim Porestabes Surabaya, AKBP Sudamiran. [Foto/Manik Priyo Prabowo]

Surabaya (beritajatim.com) – Meski mengaku emosi sesaat, kepolisian akan tetap melanjutkan pemeriksaan kasus pelumuran tinja (kotoran manusia) ke petugas Satgas Covid-19. Bahkan setelah hasil rapid reaktif atau non-reaktif, Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, telah memeriksa Nasrikah (50) dan anaknya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran saat ditemui di kantornya, Senin (5/10/2020) menjelaskan, pihaknya telah memeriksa terlapor dan anaknya serta empat saksi lainnya. Selain itu ada beberapa saksi yang juga diperiksa.

“Terlapor (Nasrikah) dan anaknya hasil swabnya sudah keluar dan negatif. Kami sudah meminta keterangan dari mereka dan empat korban lainnya sebagai saksi. Kasus ini masih pendalaman,” terang Sudamiran.

Dalam pemeriksaan, terlapor mengaku emosional. Hal tersebut dikarenakan suaminya dinyatakan positif Covid-19. Bahkan sang suami akan dievakuasi dari tempat tinggalnya di Rusun Bandarejo ke Puskesmas Sememi oleh Tim Satgas.

“Pelaku bertindak tidak menyenangkan dengan melumurkan kotoran manusia kepada empat petugas. Hal ini melanggar tiga pasal tentang kesehatan dan penyakit menular berbahaya,” tambah Sudamiran.

Sudamiran menegaskan terlapor telah melakukan permintaan maaf. Hanya saja hal tersebut tidak menghentikan proses penyelidikan atau pencabutan berkas laporan. Bahkan atas perbuatan menghalangi petugas dalam menjalani tugasnya guna memberantas rantai Pandemi Civid-19, bisa dijerat dengan pasal berlapis.

“Meski sudah menyatakan permintaan maaf, itu tidak menghapus perbuatannya karena berusaha menghalangi petugas yang berusaha memutus rantai Pandemi Covid-19. Mereka dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 335 KUHP, Pasal 121 KUHP dan Pasal 14 UU nomor 4 tahun 1984, tentang wabah penyakit menular,” pungkasnya. [man/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar