Hukum & Kriminal

Polisi Pakai ETLE INCAR untuk Deteksi Wajah Pengendara dan Status Kendaraan

Surabaya (beritajatim.com) – Guna mengawasi tingkat kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim menambah fasilitas kendaraan Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) Integrated Note Capture Attitude Record (INCAR).

Kualitas kamera E-TLE INCAR canggihnya bukan main. Bukan cuma mampu mendeteksi kondisi kendaraan berdasarkan nomor yang tertera pada plat (Automatic Number Plate Recognition). E-TLE INCAR juga mampu mendeteksi wajah (Face Recognition).

Dari wajah yang telah dideteksi itu, petugas dapat mengetahui data diri pengendara, lengkap beserta status kendaraan; apakah sudah dibayarkan pajaknya, dan si pengendara apakah sudah miliki surat izin mengemudi (SIM).

Tak hanya itu, E-TLE INCAR dapat mengukur kecepatan kendaraan yang melintas (speed gun). Termasuk mampu mendeteksi posisi berdasarkan sinyal satelit (global positioning system).

“Ini sarana yang digunakan Polri untuk pengawasan dan penindakan pelanggaran lalu lintas menggunakan teknologi, baik secara stasioner atau bergerak, berbasis data yang dipasang kamera tersambung dispendukcapil, serta sistem yang ada terkait registrasi dan identifikasi,” tuturnya.

Untuk saat ini, ada 10 mobil yang sudah disiapkan. Jumlah tersebut, tentunya lebih banyak ketimbang rencana penyediaan sejak Maret 2021 kemarin, di Polrestabes Surabaya, Polres Sidoarjo, Polres Mojokerto, dan Polres Gresik.

E-TLE INCAR merupakan sistem pengawasan kedisiplinan berkendara masyarakat berbasis elektronik digital, yang bersifat mobile.

Cara kerjanya mirip seperti kamera E-TLE bersifat statis yang dipasang di sejumlah persimpangan atau ruas jalan raya.

Namun, kamera berteknologi E-TLE tersebut dipasang dalam perangkat mobil petugas yang biasa digunakan petugas untuk berkeliling.

Sehingga memungkinkan secara luwes nan fleksibel untuk melakukan pengawasan kedisiplinan berkendara masyarakat di berbagai macam ruas jalan, tanpa harus dibatasi cakupan ruas jalan yang terbatas.

“Sekarang sudah ada 10 kendaraan, kami ada 39 satuan. Kami berharap masing-masing ada 1 kendaraan. Dan kalau bisa lebih, itu lebih baik,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Selasa (31/8/2021).

Bila pengendara terdeteksi melakukan sejumlah kategori pelanggaran berlalu lintas. Maka bersiap menerima surat konfirmasi E-TLE beserta lampirannya, yang akan dikirim ke alamat pemilik kendaraan sesuai Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Pengiriman surat itu akan dilakukan melalui sarana pos selama kurun waktu lima hari setelah melanggar. Setelah surat konfirmasi E-TLE itu sudah diterima oleh si pelanggar, selanjutkan si pelanggar wajib melakukan tahapan konfirmasi pelanggaran.

Yakni dengan cara mengakses http://etle.jatim.polri.go.id atau bisa melakukan scan barcode yang tertera di lampiran yang menyertai surat konfirmasi E-TLE.

Setelah mengakses situs tersebut, pelanggar diwajibkan mengisi nomor referensi pelanggaran, kemudian mengisi nomor polisi atau Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor (NRKB), lalu mengisi identitas pelanggar, dan membubuhi nomor ponsel yang bisa menerima pesan singkat permintaan pembayaran tilang via BRIVA.

Bilamana si pelanggar cenderung bandel dan mangkir dari kewajiban membayar biaya tilang. Maka, sanksi pemblokiran STNK milik si pelanggar bandel itu, bakal dilakukan oleh kepolisian melalui Electronic Registration and Identification (ERI) Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.

“Kami Polda Jatim, selalu mewujudkan program presisi, roh dari program semua adalah mengakomodir keinginan masyarakat terkait pelayanan polri, sehingga dapat mewujudkan kamtibmas, tentunya melindungi, mengayomi, dan menegakkan hukum, itu bisa berjalan dan selaras dengan perkembangan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Keamanan dan Keselamatan (Ditkamsel) Korlantas Polri Brigjen Pol Chrysnanda Dwilaksana berharap dengan penerapan dan edukasi atas implementasi penegakkan hukum kedisiplinan berlalu lintas, dapat dipahami oleh masyarakat. Sehingga angka fatalitas kecelakaan dapat ditekan.

“Kami apresiasi, karena dengan incar ini dapat membantu mewujudkan lalin aman selamat tertib dan lancar, ini inovasi yang bagus mudah-mudahan bisa menginspirasi seluruh indonesia, karena keselamatan yang utama dan pertama,” ujar Brigjen Pol Chrysnanda. [uci/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar