Hukum & Kriminal

Polisi Menyamar, Berpakaian Compang Camping, Tangkap Pengamen Bus yang Edarkan Sabu

Pelaku bandar sabu yang berhasil diamankan petugas Satnarkoba Polrestabes Surabaya.(istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – Berpakaian compang camping dan membawa alat musik, petugas Satnarkoba Polrestabes Surabaya menyamar di kawasan Wonocolo, Surabaya, Selasa (7/7/2020). Petugas yang sudah mengincar lama pengedar sabu ini beberapa kali kelolosan dengan tingkah ‘licin’pelaku. Walhasil, memakai cara mengamen pun ditempuh setelah sepekan bernyanyi di bus dan komplek perumahan. Selanjutnya, pengamen yang tidak lain adalah polisi ini menyamar sebagai pembeli.

Polisi Anggota Unit Idik III Satreskoba Polrestabes Surabaya, Selasa (7/7/2020) sekitar pukul 08.00 WIB, membekuk Ismail Bima Putra (25). Pelaku dibekuk di rumahnya Jl Pabrik Kulit, Wonocolo. Kanit Idik III Satreskoba Polrestabes Surabaya Iptu Eko Julianto mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemantauan terhadap tersangka yang dikenal cukup licin sejak enam bulan lalu.

“Sejak enam bulan lalu kami sudah melakukan pemantauan terhadap tersangka, dan beberapa kali lolos saat akan disergap karena mengelabui petugas,” terang Eko, Minggu (12/7/2020).

Eko juga menjelaskan, seringnya tersangka dapat meloloskan diri dari sergapan petugas karena terkendalanya tehnis. Sehingga pihaknya melakukan strategi untuk dapat membekuknya. Meski sudah menyamar dan bernostalgia demi recehan, petugas pun hampir kelolosan pelaku ini.

“Anggota kami yang melakukan under cover buy dengan beberapa kali transaksi, tersangka tidak dapat berkutik saat menyerahkan barang bukti. Beruntung cara pengamen ini berhasil,” tambahnya.

Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan tersangka sudah satu tahun lebih menjadi pengedar sabu. Petugas yang sudah mengantongi identitas bandarnya saat ini sedang melakukan pengejaran. Tersangka mendapat sabu tersebut dari seorang bandar yang berada di kawasan Jl Jemur Ngawinan, dan saat ini anggota sedang melakukan pengejaran. Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti 4 poket sabu, seperangkat alat hisap, 1 bendel plastik klip dan kipas angin dinding yang digunakan untuk menyimpan narkoba.

“Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dan diancam pidana maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar