Hukum & Kriminal

Polisi Masih Selidiki Laporan Sertifikat Tanah Palsu di Tembeling Bojonegoro

Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Girindra Wardana.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Bojonegoro AKP Girindra Wardhana mengatakan, laporan dugaan sertifikat tanah palsu atau tidak teridentifikasi di sistem Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bojonegoro masih dalam proses penyelidikan.

“Saat ini kami laksanakan rangkaian proses penyelidikan terhadap laporan tersebut,” ujarnya, Selasa (6/12/2022).

Kasus tersebut terjadi di Desa Tembeling Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro. Sedikitnya ada 50 sertifikat tanah yang tidak teridentifikasi. Rinciannya 40 sertifikat tanah diterbitkan melalui K4 secara pribadi dan 10 sertifikat dari lanjutan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2021.

Ketua Panitia PTSL Desa Tembeling, Ahmad Nur Khotim melaporkan kasus itu ke polisi karena pihak Pemerintah Desa maupun BPN Bojonegoro dinilai lepas tanggungjawab. Dia melaporkan dua oknum pegawai BPN Bojonegoro yang sebelumnya sudah dilakukan mediasi namun tidak membuahkan hasil.

“Sebelum melaporkan ke polisi ini kami bersama pemohon sertifikat dan BPN sudah mediasi, tapi tidak ada titik temu,” ujarnya.

Sementara pihak BPN Bojonegoro sendiri saat dikonfirmasi tidak berkenan memberikan keterangan. Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bojonegoro Hilman mengaku, tidak ingin kasus ini ramai hingga ke kepolisian. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar