Hukum & Kriminal

Polisi Letuskan 10 Peluru pada 6 Pengedar Narkoba di Surabaya

Petugas Satuan Narkoba Polrestabes Surabaya saat gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (18/12/2019). (manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Berjalan sembari merintih, enam pelaku dari tujuh pelaku kurir dan pemakai narkoba mengaku sakit karena tertembak kakinya. Enam pelaku ini dikeler petugas saat gelar perkara di Gedung Anindita Polrestabes Surabaya, Rabu (18/12/19). Satresnarkoba Polrestabes Surabaya yang berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu jaringan Aceh.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, Kompol Memo Ardian mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil mengamankan setidaknya narkoba jenis sabu seberat 3 Kg. Enam pelaku membawa narkoba dari Medan ke Jakarta dan selanjutnya ke Surabaya.

“Pelaku ditembak karena melawan dan hendak lari dari petugas saat ditangkap. Ada juga yang melawan saat diminta menunjukkan rekannya,” jelas Kompol Memo.

Keenam pelaku yang tertembak kakinya yakni DS (23), MZ (31), RA (41), FH (26), MN (20), JF (42), dan DI (41) merupakan pelaku pemakai sekaligus pengedar narkoba.

Lebih lanjut Kompol Memo Ardian menjelaskan, modus yang dilakukan oleh para tersangka dalam mengirimkan paket sabu-sabu yakni dengan menyembunyikan di dalam sol sepatu dan setiap mengirimkan paket baru para tersangka selalu berganti sepatu. Para pelaku ini mengaku sudah mengirimkan barang haram tersebut sebanyak lima kali. Hanya saja, saat pengiriman kelima kali petugas mencium gelagat pelaku dari rekan lain yang sudah tertangkap sebelumnya.

“Ini merupakan satu jaringan yang ditembak mati dan ditembak kakinya di kawasan Jalan Juanda, Sidoarjo. Enam pelaku ini membawa setengah kilo yang dibagi dua dan ditaruh dalam sepatunya masing-masing seperempat kilogram,” lanjut Memo.

Dan dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa:
• (enam) buah pasang sepatu;
• 6 (6 enam) buah HP;
• 4 (empat) poket sabu dengan berat total ± 2,06 gram, 2 (dua) buah HP, dan 1 (satu) buah ATM.
• 4 (empat) poket sabu dengan total berat + 46,27 gram, 2 (dua) buah HP, 1 (satu) buah ATM, uang tunai, dan 1 (satu) buah timbangan elektrik.

“Penangkapan ini merupakan hasil dari pengembangan kasus dari jaringan Aceh Sokhabana Sampang Madura dan kemungkinan masih banyak peredaran yang lain, dan anggota kami sedang mengembangkan lebih luas lagi jaringan tersebut,” pungkas Kasat resnarkoba Polrestabes Surabaya.  [man/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar