Hukum & Kriminal

Polisi Kembali Amankan 2 Pelaku Pengerusakan Mobil Patroli PPKM Darurat di Kenjeran Surabaya

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya saat menjalani gelar perkara pelaku pengerusakan mobil patroli di Kenjeran Surabaya.(Humas)

Surabaya (beritajatim.com) – Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya kembali mengamankan dua pelaku dalam kasus pengerusakan dan penolakan PPKM Darurat di Kenjeran, Surabaya, Minggu 11 Juli 2021 lalu. Dua pelaku yang diamankan ini yakni FA (30) berperan sebagai pengerusak mobil dengan bau bata dan H (34) sebagai penyebar konten provokasi. Sehingga membuat dua mobil patroli rusak terutama pada kaca mobil.

AKP Gandung, Kasubag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya membagikan informasi terkait pengamanan dua pelaku ini. Mereka diganjar dengan pasal berbeda. “Untuk H kita kenakan pasal penyebaran konten yang mengandung provokasi. Sedangkan FA diamankan karena melakukan pengerusakan mobil patroli menggunakan batu bata,” jelasnya Selasa (13/7/2021).

Lebih lanjut Gandung memapantitas, tersangka swasta warga sekitar Bulak Banteng, Kenjeran ini diamankan sebagai pemeran pelaku memposting video insiden perusakkan mobil satpol pp dan patroli lantas. H ini menyebarkan video operasi di Bulak Banteng Kenjeran melalui akun FB atas nama “Bari Herman” serta memberikan narasi thdp video tersebut bahwa “BULAK BANTENG ANTI PPKM”.

Bahkan diketahui sampai saat ini video tersebut telah dibagikan sebanyak 11.881 kali oleh warga net. Untuk H akan dikenakan Pasal 28 ayat (2) UU RI No.19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

Dalam kasus yang dialami H ini dirinya akan ancaman hukuman Pidana penjara 4 tahun dan atau denda paling banyak Rp 750 juta. Sementara pelaku berinisial FA pekerja swasta warga sekitar Bulak Banteng diamankan karena perusakkan Mobil Patroli Lantas Polsek Kenjeran dengan menggunakan batu bata.

Pasal yang disangkakan pelaku FA adalah Pasal 214 KUHP Jo. Pasal 211, 212 KUHP subsider Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 UU No. 4 Tahun 1984 ttg Wabah Penyakit Menular Jo. Inmendagri No. 15 tahun 2021 ttg PPKM Darurat lebih subsider Pasal 15 UU Nomor 1 tahun 1946 ttg Peraturan Hukum Pidana. “Untuk ancaman hukuman buat FA sendiri adalah Pidana penjara 5 tahun 6 bulan,” tandasnya.(man/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar