Hukum & Kriminal

Polisi Inginkan Brosur Perumahan untuk Lengkapi BB Kasus Dugaan Penipuan

Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP. Maryoko. (Foto : Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Polres Ponorogo mendorong para korban dugaan penipuan pembelian rumah di perumahan Dreamland untuk melengkapi barang bukti. Meski sudah ada barang bukti seperti kwitansi pembayaran dan surat perjanjian, namun pihak kepolisian meminta para korban untuk melengkapinya dengan brosur penawaran perumahan tersebut.

“Brosur ataupun iklan di media sosial itu yang membuat para korban pertama kali tahu akan informasi perumahan itu,” kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP. Maryoko, Selasa (28/1/2020).

Terkait laporan para korban pada Senin (27/1/2020) kemarin, pihaknya sudah melayani dengan baik. Bahkan petugas reskrim yang piket juga melakukan upaya cek atas objek tanah yang dilaporkan itu.

Petugas juga membuatkan rekomendasi terkait laporan polisi itu, tujuannya untuk mengetahui barang bukti dugaan tindak pidana yang dilaporkan itu sudah memenuhi unsur pidana atau belum. “Dengan brosur itu pula yang membuat para korban tertarik dan membeli perumahan. Dicocokan dengan kondisi fakta di lapangan. Dan dapat diproses dalam upaya penyelidikan,” katanya.

Maryoko mengungkapkan berdasarkan informasi dari pelapor, bahwa juga upaya lain dari pihak pelapor terkait objek tanah perumahan tersebut. Pasalnya tanah perumahan itu dibuat anggunan pinjaman di salah satu BPR di Magetan oleh oknum pengembang. Karena tak kunjung membayar angsuran, tanah itu akan dilelang. Upaya itu dengan melakukan gugatan ke pengadilan negeri Ponorogo. “Infonya putusan pembatalan lelang itu akan keluar minggu depan. Nah surat putusan itu nantinya juga bisa dibuat barang bukti,” katanya. [kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar