Hukum & Kriminal

Polisi Harus Kerja Keras Ungkap Dugaan Pembunuhan Gadis Cantik Asal Buduran

Sidoarjo (beritajatim.com) – Polresta Sidoarjo harus bekerja keras untuk mengungkap kasus dugaan perampasan dan pembunuhan PDA (18), gadis asal Desa Wadungasih Kecamatan Buduran yang dilakukan oleh MBTP warga Buduran.

Tersangka MBTP memang sudah ditangkap oleh Satreskrim Polresta Sidoarjo dalam kasus perampasan motor W 3792 PV tahun 2017 warna merah hitam dan handphone korban merk VIVO warna biru.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com menyebutkan kronologis tertangkapnya pelaku dari petugas mencari keberadaan korban dan sepeda motor yang di kendarai korban. Dalam penyelidikan, tim reserse mengantongi informasi sepeda milik korban telah dijual ke RO yang berdomisili di Ngoro Kabupaten Mojokerto.

Selanjutnya, tim melakukan penangkapan dan mengamankan sepeda motor korban serta didapatkan keterangan dari introgasi RO motor itu membeli dari perantara, yakni Su dan Mas. “Dari Mas itu tim mendapati keterangan bawasannya sepeda milik korban yang menjual adalah MBTP yang diduga pelaku. Bayu berhasil ditangkap di rumahnya di Buduran,” ucap sumber.

Sumber itu menambahkan, dalam keterangan di depan penyidik, bawasannya korban telah di bunuh dan di buang ke sungai Siwalanpanji Buduran. “Korban diakui oleh pelaku dibuang ke sungai saat kejadian akhir Januari lalu,” ungkapnya.

Dari pengakuan pelaku, kini Polresta Sidoarjo bekerja secara all out untuk melakukan pencarian terhadap jasad korban yang sudah tenggelam di Sungai Siwalanpanji Buduran lebih dari sebulan itu. “Jasad korban itu obyek yang harus diketemukan untuk memenuhi unsur pembunuhannya yang dilakukan oleh pelaku,” terang sumber itu.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji kepada wartawan menegaskan pelaku sudah ditangkap beserta beberapa barang bukti disita. “Ya benar, tersangkanya satu orang,” kata Sumardji, Rabu (11/3/2020).

Penyisiran sungai di Desa Siwalanpanji dilakukan, karena menurut pengakuan pelaku korban dibuang di sungai itu.
“Pengakuan tersangka korban di buang di sungai. Maka dari itu kami melakukan penyisiran untuk mencari jasad korban,” papar mantan Manajer Bhayangkara FC tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, terakhir, korban PDA pamit kepada orang tuanya untuk pasang behel di Buduran dengan mengendarai sepeda motornya pada Kamis (30/1/2020).

Hari Jumat (31/1/2020), kedua orang tua korban melapor ke Polsek Buduran karena putrinya tidak kembali atau pulang. Sampai sore hari, petugas gabungan Basarnas dan Polresta Sidoarjo terus menyisir sungai di Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, untuk mencari jasad pelajar cantik SMK Plus NU tersebut. (isa/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar