Hukum & Kriminal

Polisi Gresik Panen Tangkapan Kasus Curat, Satu Diantaranya Berstatus Pelajar

Gresik (beritajatim.com) – Memasuki masa kampanye Pilkada 2020 yang sudah berjalan sepekan. Aparat Kepolisian Polres Gresik panen tangkapan kasus pencurian dengan pemberatan (Curat).

Ada tiga tersangka yang diringkus dalam kasus ini. Satu diantaranya adalah pelajar. Ketiga orang itu, ditangkap di tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda.

Kasus curat yang pertama adalah pencurian ponsel di sebuah counter di Kecamatan Driyorejo, Gresik. Tersangka Legiono (34) asal Sambikerep, Surabaya diringkus petugas karena membobol counter ponsel dengan mencuri 8 ponsel dan uang Rp 24 juta. Akibat kejadian itu pemilik counter ponsel mengaku mengalami kerugian material Rp 60 juta.

Berikutnya, kasus curat yang terjadi di kantor SPBU 5461136 Kecamatan Menganti, Gresik. Tersangka Andi Sugiantoro (21) asal Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya menggasak uang tunai Rp 6 juta yang disimpan di loker meja tidak terkunci. Saat itu, petugas SPBU setempat tidak mengunci loker meja. Sehingga, tersangka dengan leluasa mengambil uang.

Selanjutnya adalah kasus curat di salah satu mini market di Kecamatan Benjeng, Gresik. Tersangka masih berstatus pelajar. Yakni GW (18) Dukuh Bungkul, Sambikerep, Surabaya. GW mencuri 1.500 bungkus rokok yang disimpan di gudang dan terkunci. Diduga pelaku melakukan pencurian dengan menaiki tiang penyangga atap toko kemudian membuat lubang di ruangan yang terbuat dari gypsum. Selanjutnya, mengambil rokok tersebut diatas.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, pihaknya tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas terhadap segala bentuk tindak pidana di wilayah hukum Kabupaten Gresik.

“Kami akan melakukan tindakan tegas dan terukur jika tersangka tetap melawan petugas saat ditangkap,” katanya, Jumat (2/10/2020).

Terkait masih maraknya kasus curat. Arief Fitrianto menghimbau kepada masyarakat Gresik agar lebih waspada berhati hati menyimpan barang yang berharga, dan memasang CCTV. Sehingga, tidak menimbulkan niat dan kesempatan kepada para pelaku tindak pidana.

Sementara itu, salah satu pelaku GW mengaku dirinya nekad mencuri karena terdesak kebutuhan sehari-hari. “Saya baru pertama kali mencuri tapi sudah kepergok petugas,” akunya.

Selain mengamankan tersangka, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya, empat ponsel, 15 slop rokok berbagai merek, satu buah motor, enam kaos, dan dua buah velg ban motor. (dny/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar