Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Polisi Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Surabaya dan Sidoarjo

Surabaya (beritajatim.com) – Perusahaan pinjaman online (pinjol) dengan modus dompet share ditangkap Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur. Pengungkapan ini dilakukan di dua lokasi berbeda. Satu lokasi di Surabaya, dan satu lagi di Kabupaten Sidoarjo.

“Untuk pengungkapan pinjol di surabaya dilakukan pada 15 Oktober 2021. Dari pengungkapan ini, penyidik berhasil mengamankan ASA (30) warga Perum Samudra Residence, Kelurahan Desa Tajurhalang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jabar,” jelas Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, usai konfrensi pers, Senin (25/10/2021).

ASA sendiri berposisi sebagai (Desk Collection-Pengirim pesan SMS penagihan). “Selain itu satu tersangka lain yakni, RH alias A, (28) warga KP. Ciaruteun, Desa Cimanggui, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jabar, yang tinggal di Jalan Tim Asih, Kelurahan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Provinsi Jabar,” tambahnya.

Untuk tersangka RH alias A ini, selaku (Desk Collection – Pengirim data). Setiap pesan singkat melalui WhatsApp atau yang dikirim ke pinjol, para tersangka menggunakan kata-kata atau kalimat yang tidak pantas. RH alias H, meminta kepada tersangka SAS, untuk mengirim pesan penagihan ke para debitur yang berisi kalimat yang tidak pantas dan ancaman.

“Sedangkan para tersangka digaji oleh perusahaan sebesar Rp 4.200.000, selain itu, para tersangka mendapat fasilitas dari perusahaan berupa kuota internet serta mendapat insentif/bonus jika penagihan tersebut berhasil,” katanya.

“Jika penagihan mencapai 65 persen dari total penagihan dalam kurun waktu 1 minggu, maka tersangka mendapat Rp 162.000, jika 70 persen dari total penagihan dalam kurun waktu 1 minggu, maka tersangka mendapatkan Rp 200.000. Jika 75 persen, mendapat Rp 250.000. Dan intensif/ bonus itu diluar dari gaji bulanan mereka,” lanjutnya.

Polda Jatim akhirnya mengungkap pinjol ini, setelah adanya laporan dari masyarakat pada Desember 2020. Dimana BSB, selaku debitur meminjam ke pinjol atas nama aplikasi ‘Rupiah merdeka dan dana now’. “Sekira bulan Februari 2021, pinjaman debitur atas nama BSB, sudah lunas. Namun, pada Juli 2021, pelapor menerima tagihan dari beberapa pinjol lain,” ujarnya.

Pada Juli 2021, pelapor akhirnya membuat pengaduan ke Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim. Atas dasar laporan tersebut, bulan Agustus 2021, penyidik melakukan serangkaian penyelidikan, yang akhirnya bisa mengungkap pinjol di surabaya.

Barang bukti yang disita dari tersangka ASA, dua unit HP, dua unit laptop, dan satu unit charger. Sedangkan dari tersangka RH alias A, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit HP dan laptop. Sementara itu, penyidik juga mengungkap kasus serupa di Kabupaten Sidoarjo, yang dilakukan pada 7 Oktober 2021.

Penyidik telah meringkus tersangka, APP (27) warga Surabaya, kelahiran Kabupaten Jombang. Dia bekerja di PT. Duyung Sakti Indonesia. APP poisinya di bagian (Desk Collection). “Tersangka diringkus pada Jumat (15/10/2021), sekira pukul 14.00 WIB di rumahnya kawasan Kedinding, Kota Surabaya. Dari keterangan tersangka, petugas kemudian melakukan penggeledahan di kantor PT. Duyung Sakti Indonesia, yang berlokasi di Sukomanunggal, Surabaya,” jelasnya.

PT tersebut dipimpin oleh seseorang bernama, SR dan HRD atas nama QNK. Perusahaan ini tidak terdaftar pada OJK (Otoritas Jasa Keungan). Nama pinjaman online (pinjol) dari PT. Duyung Sakti Indonesia antara lain; UNTUNG CEPAT, RUPIAH CEPAT, PUNDI UANG, PINJAM CAIR, MONEY KU, MAU TUNAI, KREDIT DASH, GIFT TUNAI, GET UANG, serta DOMPET SHARE.

Kemudian DANA CHARGE, BULL DANA, SAKU MED, SAKU KILAT, RUPIAH AID, FAST RUPIAH, CASH HUT, SIAP TUNAI, MONEY PRO, RUPIAH EXPRESS, GIFT TUNAI, LAJU TUNAI, SUKA GESIT, UR MONEY, UANG SAKU, PINJAM DULU, PINJAM CASH, MONEY PRO, MONEY PLUS, KREDIT KILAT, KREDIT DANA, DOMPET APPLE, DANA MAYA, DANA MAJU, MONEY GOODSHOW DANA dan MONEY CHARGE.

“Dari 36 pinjaman online yang dimiliki oleh PT. Duyung Sakti Indonesia, hanya ada satu yang legal sesuai yang terdaftar di OJK, atas nama aplikasi Rupiah Cepat,” sebut dia.

Dari pengungkapan ini, Polda Jatim berhasil mengamankan barang bukti antara lain, hasil cetak tangkapan layar percakapan melalui whatsApp antara korban (M) dan tersangka. Kemudian 21 unit hanphone, 14 laptop, charger laptop, 70 buah bungkus kartu perdana dari berbagai profider.

Bagaimana modusnya? Tersangka menggunakan akun whatsApp dengan foto profil dan nama tidak sesuai aslinya, mengaku dari aplikasi pinjaman online “DOMPET SHARE”. Tersangka mengirimkan pesan berisi foto wajah dan foto KTP korban ke akun whatsApp. Foto itu disertai kalimat “bagus ini foto dan KTP ini diviralkan yaa”. Sehingga korban merasa takut dan terancam.

“Kronologinya, pada Rabu, 29 September 2021, pelapor meminjam pada aplikasi pinjaman online “MONEY KU”, yang menginduk pada aplikasi “RUPIAH MAJU” sejumlah Rp. 1.023.000. Yang kemudian sekitar tanggal 7 Oktober 2021, pinjaman tersebut telah dilunasi oleh pelapor sebesar Rp 1.860.000,” pungkasnya.

Dan dihari yang sama, pelapor menerima pesan masuk dari terlapor akun Whatsapp yang mengaku dari pihak Aplikasi Pinjaman Online “DOMPET SHARE”. Yang juga menginduk pada aplikasi pinjaman online ” RUPIAH MAJU” melakukan penagihan dengan cara mengirimkan pesan berisi foto wajah korban dan foto KTP serta mengancam akan menyebarkan data pribadi pelapor.

Dari pengungkapan ini, para tersangka akan dikenakan Pasal 27 ayat (4) Jo Pasal 45 ayat (4) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. [uci/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar